Menurutnya menurunnya kasus mengindikasikan wilayah Sulsel secara bertahap mulai memenuhi kriteria terkendali dengan angaka RT di bawah satu.
Selain itu, indikator yang lain yang perlu dipenuhi adalah indikator surveillance yang meliputi angka positif rate specimen yang diperiksa masih tinggi sekitar 13-17%.
“Indikator ini masih jauh dari standar di bawah 5%. Begitu juga jumlah specimen perminggu yang baru sampai 0.3/1000 per minggu dengan standar 1/1000/minggu,” katanya.
Ia menyarankan Sulsel masih perlu melakukan upaya intensif untuk melakukan tracing kepada kontak erat setiap kasus terkonfirmasi.
“Secara umum upaya intervensi yang telah dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil. Termasuk pemberlakuan perwali 36/2020. Upaya program trisula Covid-19 Sulsel 2020 berupa tracing, testing dan edukasi terus berjalan,” katanya.(riel)





