Eks Manajemen PSM: Makassar Lebih Sombere Bersama DILAN

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Perhelatan pemilihan walikota dan wakil walikota Makassar 2020 sepertinya tidak sempurna jika tidak menampilkan variasi warna. Ajang tarik menarik arah dukungan, baik dari tokoh politik, tokoh masyarakat bahkan sampai pada idola kawula muda.

Andi Widya Syadzwina (Wina) misalnya, salah seorang idola millenial yang cukup familiar di kota Makassar memilih terjung ke dunia politik karena ingin merasakan suasana baru dari bidang yang digeluti sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Wina sendiri digaet jadi juri bicara (Jubir) salah satu kandidat bakal calon walikota Makassar Syamsu Rizal atau yang kerap disapa Deng Ical.

Menurut Wina, sikap sombere merupakan salah satu kunci utama untuk membangun peradaban, khususnya kota Makassar. Menurutnya, sombere merupakan cikal bakal edukasi untuk saling menghargai sesama.

Alasan itulah yang membuat Wina terpikat dan menerima tawaran sebagai juru bicara Dilan di Pilwali 2020 ini. Wina bertekad, bersama Dilan ia meyakini Makassar bakal jauh lebih sombere lagi.

“Saya yakin Makassar bisa lebih sombere bersama Dilan. Itu pasti. Kita akan bangun Makassar menjadi kontak lebih sombere,” ungkap Wina saat ditemui di salah satu Warkop jalan Hertasning, Senin (14/9/2020) sore.

Padahal, Wina (sapaan akrab Widya Syadzwina) merupakan figur muda yang identik dengan PSM Makassar. Sebab, perempuan 38 tahun tersebut memang pernah menjadi bagian dari PSM Makassar, tepatnya sebagai Media Officer juga manajer PSM Makassar di AFC Cup 2019.

Sementara itu, bos PSM Makassar sendiri, Munafri Arifuddin atau kerap disapa Appi merupakan salah satu kandidat di pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini.

Wina menanggapi, keputusannya mengarahkan dukungan untuk pasangan Sombere’na Makassar ini, tidak lain karena persoalan ikatan emosional dirinya dan Deng Ical. Akuinya, ia sudah mengenal sosok Deng Ical sejak lama, bahkan sebelum Deng Ical duduk di kursi DPRD Makassar.

“Sebenarnya bukan hal baru ya. Saya kenal Deng Ical itu sudah lama. Malah sebelum dia menjadi anggota DPRD Makassar. Kita sering kolaborasi dalam kegiatan sosial,” jelas perempuan kelahiran Sidrap, 8 Mei 1981.

Lebih jauh perempuan yang memiliki hobi travelling dan baca buku tersebut mengaku, selain dari kedekatan emosionalnya dengan Deng Ical, faktor lain yang mendorong arah dukungannya untuk Dilan adalah sikap Sombere yang dimiliki ketua PMI Makassar tersebut.

Wina sendiri mengaku sempat menolak tawaran dari Deng Ical. Tetapi akhirnya dia memutuskan menerima tawaran Dilan karena dorongan hati nuraninya.

“Di 2018 itu saya juga diajak sama Deng Ical, tapi saya tolak. Terus diajak lagi, dan saya tolak lagi karena saya sedang garap project buku. Tapi jujur, saya tidak bisa tidur setelah menolak tawaran itu. Teman-teman bisa tanya ibu saya,” tukas Wina. (andi)

Pos terkait