Peningkatan tersebut terjadi sejak Appi menggandeng Abdul Rahman Bando, seorang pamong senior di Pemkot Makassar. Elektabilitas pasangan yang memilih ‘Makassar Bangkit’ jadi jualan politiknya melambung ke angka 34,38 persen.
Lain halnya dengan mantan Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal. hasil survei pada Oktober 2019 lalu di posisi 7,88 persen. Elektabilitasnya mengalami pasang surut. Tingkat elektoralnya sempat naik ke angka 19,47 persen pada Juni 2020 kala pertama kali ia menyatakan berpasangan dengan dr Fadli Ananda, pemilik RSIA Ananda. Namun elektabilitas pasangan berakronim DILAN ini kembali jatuh ke angka 14,92 persen pada Agustus 2020.
Sementara itu calon lainnya yakni Irman Yasin Limpo (None) tidak mengalami banyak perubahan elektoral. None yang sempat bertarung sebagai calon walikota di Pilwalkot 2013, memulai tingkat elektoral di angka 1,43 persen pada Oktober 2019. Elektabilitasnya sempat naik ke 4,92 persen pada Februari 2020. Sayangnya kembali jatuh ke angka 3,33 persen Juni 2020 lalu.
Berpasangan dengan Andi Zunnun Halid, putra dari elit DPP Golkar Nurdin Halid tidak membuat elektabilitas pasangan berakronim IMUN ini naik. Malah hingga Agustus 2020 elektabilitasnya mentok di angka 3,68 persen.






