Demo Omnibuslaw, Ayo Pelajari Strategi Aksi di Hongkong hingga Tuntutan Dipenuhi

INFOSULSEL.COM, – Aksi demonstrasi dari berbagai elemen terus bergelorah di sejumlah kota strategis Indonesia. Ini menyusul disahkannya RUU Omnibuslaw oleh DPR RI menjadi UU pada Selasa (6/10/2020) dini hari.

Aksi demonstrasi yang rata-rata berakhir keos itu telah bergejolak sejak Selasa hingga mencapai puncaknya pada Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dari rentetan aksi tersebut, massa berharap agar tuntutan mereka agar UU Omnibuslaw dicabut oleh preiden RI lewat Perpu.

Aksi tersebut dinilai sejumlah pihak masih tanpa strategi yang yang kuat hingga tuntutan diterima oleh pemerintah.

Infosulsel.com mengutip dari Tirto.id, Jumat (9/10/2020), terdapat sejumlah strategi yang bisa dipelajari dari aksi demonstrasi di Hongkong hingga tuntutan mereka tentang pembatalan RUU Ekstradisi dipenuhi oleh parlemen Hongkong.

Aksi di Honkong telah pecah sejak 9 Juni 2019. Hingga pada 4 September 2019, Carrie Lim mencabut RUU Ekstradisi tersebut.

1. Meniadakan Pemimpin

Saat menggelar demo, para demonstran menggunakan beberapa strategi untuk mencapai tujuannya. Strategi yang digunakan oleh para demonstran Hong Kong adalah meniadakan sosok pemimpin dalam aksi mereka.

2. Organisi diri lewat medsos

Untuk menggantikan posisi pemimpin atau koordinasi demo, mereka mengorganisir diri dengan memanfaatkan teknologi. Mereka menggunakan pesan terenkripsi melalui aplikasi daring maupun aktif di berbagai forum online, terutama di LIHKG–semacam Reddit versi Hong Kong.

Mereka juga menggunakan Telegram dalam berkomunikasi dan koordinasi. Diyakini, startegi tanpa pemimpin ini guna meminimalisir incaran aparat, seperti Joshua Wong yang menjadi pemimpin Umbrella Movement atau Benny Tai dan Chan Kin-man yang menggagas rencana Occupy Central.

Selain Telegram, pendemo juga memanfaatkan aplikasi Airdrop pada iPhone. Fitur ini tak membutuhkan internet sehingga mereka bisa menyebar poster hingga rencana aksi secara cepat.

3. Tim khusus pemadam gas air mata

Pendemo juga membuat tim khusus untuk memadamkan gas air mata. Tim ini terdiri dari lima hingga enam orang. Mereka berada di dekat garis depan. Tim ini memadamkan gas air mata dengan peralatan kusus.

4. Menghindari bentrokan

Para demonstran Hong Kong juga memiliki taktik lain yaitu menghindari bentrokan dengan aparat demi mencegah munculnya korban.

Mereka tidak memiliki peralatan berat atau taktik pertempuran urban yang mumpuni, mereka akan mencegah bentrok dengan cara tertib dan disiplin. Meski sempat terjadi bentrok saat menggelar demo. Salah satunya bentrokan di salah satu Stasiun MRT Hong Kong.

5. Komunikasi di lapangan dengan bahasa isyarat

Strategi lainnya, dalam komunikasi di lapangan, pendemo menggunakan bahasa isyarat. Hal ini digunakan para demonstran di garis depan untuk mengkomunikasikan hal-hal tertentu.

Misalnya untuk meminta agar beberapa peralatan yang dibutuhkan segera sampai ke depan. Nantinya, rantai manusia yang terbentang panjang itu akan bahu membahu membawakan alat atau barang yang dimaksud dari belakang hingga ke depan.

6. Penggalangan dana

Pendemo Hong Kong melakukan penggalangan dana. Mereka berhasil memperoleh 5,5 juta dolar Hong Kong atau sekitar 701.882 dolar AS hanya berselang beberapa jam peluncuran crowdfunding tersebut. Jumlah itu melebihi target 3 juta dolar Hong Kong, dikutip dari Reuters.

7. Incar acara besar

Selain itu, pendemo mengincar acara besar seperti KTT G-20 di Osaka Jepang pada Juni lalu. Hanya dalam beberapa jam saja, dana yang terkumpul mencapai lebih dari 640.606 dolar AS.

Dana yang digunakan untuk membuat iklan di satu halaman penuh di berbagai surat kabar terkemuka di dunia. Ada juga relawan yang khusus membuat desain grafis. Mereka bertugas membuat poster-poster menarik lalu mengirimnya via surat elektronik ke berbagai surat kabar dunia.

Hasilnya, sebuah iklan didominasi hitam putih memenuhi satu halaman penuh di New York Times, The Guardian, Le Monde, Suddeutsche Zeitung, The Australian, Asahi Shimbun, Globe & Mail, hingga Seoul Daily.

Iklan itu berisi pesan “Stand with Hong Kong at G20″. Iklan itu tayang hanya berselang beberapa hari sebelum KTT G-20 resmi dimulai. (infosulsel/nw)

Pos terkait