INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Akademisi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerbitkan buku berjudul ‘Dunia yang Berubah’. Buku yang diproduksi baru satu kali terbit ini adalah karya dua dosen FK UMI. Mereka adalah dr Rachmat Faisal Syamsu, M.Kes dan dr Zulfitriani Murfat, M.Kes menerbitkan buku berjudul ‘Dunia yang Berubah’.
Buku yang dilaunching tepat hari Santri 22 Oktober 2020 ini sebagai bentuk aplikasi dari program Pengabdian Masyarakat lewat Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI.
Buku yang diterbitkan oleh penerbit Pustaka Taman Ilmu ini berisi 10 Bab yang didalamnya ada 103 halaman (tidak termasuk daftar isi dan sepatah pengantar).
Buku ini telah diproduksi dalam bentuk E-Book yang bisa diakses di perpustakaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) agar membantu masyarakat luas mengakses secara gratis.
Saat ditemui, Rabu (18/11/2020), dr Zulfitriani Murfat mengatakan, awalnya ia besama dr Syamsu tidak memikirkan untuk menerbitkan buku yang bertemakan Corona Virus Disiase (Covid-19).
Ia dan dokter Faisal merupakan salah satu tim pengabdian masyarakat UMI. Saat melakukan program yang merupakan manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi ini tetiba inspirasi menulis buku bertemakan Covid-19 muncul.
“Kita bikin buku ini bisa dibilang tidak sengaja. Tidak ada tema tertentu tetapi ini adalah bagian dari kegiatan pengabdian di UMI lewat kegiatan KPkM di UMI. Memang kalau arahnya pak dokter Syamsu dia memang arahnya ke literasi yang memang dia sudah mengeluarkan sejumlah buku yang buku tidak seperti saat ini yang sudah diterbitkan,” ungkap Zulfitriani.
“Tetapi pas pengabdian kita pikirkan mau ambil tema apa eh tiba-tiba covid dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat dari beberapa Negara, akhirnya saya dan dokter Faisal ambil tema covid aja, biar orang lebih faham aja, kan selama ini ada cerita ini dan itu bahkan ada yang bertanya covid ini ada atau tidak ada, jadi awal mulai ceritanya begitu,” sambungnya.
Sementara itu, dr Faisal menyebutkan, dalam buku yang bercover gambar bumi dibungkus Masker dan Kacamata Google layaknya atribut tenaga kesehatan ini menceritakan banyak hal sebelum masuk ke tema utamannya yakni dunia yang berubah.
“Di dalam kita cerita sejarah awal mula pandemi itu terjadi, bahwa itu bukan siklus yang berulang diantara seratus tahun bahkan beberapa tahun belakangan cenderung memendek di 10 tahun,” kata dr Faisal Syamsu.
Di bab berikutnya, kata dr Faisal, digambarkan tentang bagiamana pandemic ini dikuasai oleh virus dalam beberapa waktu terakhir, meski dakui jika pandemic tidak selamannya disebabkan oleh virus terkadang juga adalah bakteri.
“Di bab berikutnya lagi kita buat tentang model pengobatan-pengobatan tertentu pada pasien yang terinfeksi corona dan proses pembuatan vaksin. Selama ini vaksin dibuat cukup memakan waktu tetapi ini dipangkas yang kurang lebih enam bulan ini sudah tersedia vaksinnya. Di buku itu kita lihat tentang proses pembuatan vaksin,” bebernya.
Pada bab terakhir, disebutkan dr Faisal, bersama dr Zulfitriani menggambarkan tentang dunia saat ini yang telah berubah semenjak gempuran Covid-19 mengantam mayoritas penjuru bumi.
“Di bab terakhir mi itu cerita tentang dunia yang berubah bahwa ternyata kebiasaan hidup orang sekarang sudah berubah. Pendidikan yang dulunya harus bertemu pergi ke sekolah kampus, kini harus online dan lain sebagainya,” tuturnya.
Ia dan kolegannya berencana akan melanjutkan pembaharuan buku tersebut agar lebih sempurnah ke depannya. Ia memastikan buku tersebut sangat mudah diahami oleh siapapun karena pemilihan diksinya yang dinilai cukup sederhana.





