INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar mencatat beberapa harga komoditas pangan yang mengalami fluktuasi atau naik turun. Ketakstabilan tersebut diprediksi akan berlangsung hingga menjelang perayaan hari natal dan tahun baru.
Keberlangsungan fluktuasi ini dipicu karena adanya pandemi Covid-19 sehingga berimbas pada permintaan sejumlah komoditas.
“Karena kan kita mendekati tahun baru, hari Natal ini yang agak fluktuatif tetapi dalam kondisi aman. Masih ada surplus juga,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Sri Sulsilawati, Senin (07/12/2020).
Kata Sri, salah satu yang sering turun-naik ialah Gula Pasir. Harga gula cenderung mengalami turun harga, meskipun sebelumnya mengalami kenaikan.
“Rp 12.500 harganya, yang sebelumnya Rp 16.000. Dia tetap. Tanggal 20 Nov, dia turun 12. 500. Kan pernah naik 16 Ribu. Sekarang sudah tetap mi lagi berapa hari. Normal saat ini,” kata Sri.
Tak hanya gula mengalami fluktuasi, namun, harga Bawang Merah dan Bawang Putih pun juga mengalami. Harga kedua pangan tersebut masih belum stabil. Sebab, permintaan kedua pangan tersebut justru kian meningkat.
“Cuma yang baru sekarang agak fluktuatif ini bawang merah bawang putih cabai kering, cabai rawit, daging ayam dan gula. Yang stabil itu beras kepala, daging sapi, ikan bandeng, minyak goreng, terigu,” tutur Sri.
Namun, Sri memastikan bahwa fluktuasi tidak akan berlangsung lama. Ini seiring suplai yang nantinya bakal bertambah
“Pada umumnya 1-2 ji yang naik, itupun langsung normal lagi karena ketika ini masuk stok,” tutup Sri. (andi)





