Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Dilapor ke KPK

Gubernur Nurdian Abdullah saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Makassar New Port, beberapa waktu lalu.(IST)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Forum Komunikasi Lintas (FokaL) NGO Sulawesil pada Senin (7/12/2020). Laporan tersebut  terkait adanya indikasi dugaan korupsi pada pembangunan mega proyek Makassar New Port.

Dalam laporan yang disampaikan langsung ke KPK, Koordinator Fokal NGO Sulawesi, Djusman AR menjelaskan dalam pembangunan proyek strategis Makassar New Port (MNP) yang sementara berjalan saat ini diduga keras ada indikasi perbuatan melawan hukum berupa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan Sulsel Nurdin Abdullah bersama-sama aparat pemerintahan Provinsi Sulsel dan kolega keluarganya.

Bacaan Lainnya

“Kami menduga ada indikasi kuat telah terjadi KKN. Indikasi ini bukan merupakan hal yang bar. Bahkan telah menjadi sorotan publik secara nasional dan sudah terpublikasi di media massa nasional maupul local,” ujar Djusman dalam rilis yang diterima INFOSULSEL.COM, Senin (7/12/2020).

Hal yang mencolok, lanjut Djusman, adanya rekayasa sistemik terkait modus yang dilakukan. Ia menyebut terdapatnya kejanggalan pada proses pengurusan dokumen di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulsel yang demikian cepat terkait pengurusan amdal kepada dua perusahaan.

‘’Dua perusahaan itu adalah PT Banteng Laut Indonesia dan PT. Nugraha Timur Indonesia. Kedua perusahaan ini mempunyai kedekatan kuat dengan Gubernur Sulsel dan keluarganya. Sedangkan untuk perusahaan lain tidak diperlakukan sama,” ungkap Djusman.

“Kita tahu, Direktur Benteng Laut Indonesia beserta pemegang sahamnya dan Pemegang Saham PT Nugraha Timur Indonesia merupakan sahabat dari anak Nurdin Abdullah dan juga merupakan bagian dari tim pemenangan Nurdin Abdullah di Pilgub 2018 lalu,” lanjut Djusman.

Bahkan menurutnya, di dua perusahaan ini terdapat orang yang sama.  Djusman menyebut Akbar Nugraha yang menjadi Direktur di Benteng Laut Indonesia yang juga pemegang saham di Anugrah Indonesia Timur.

‘’Akbar ini sangat dekat dengan Fathul Fauzi, putra Nurdian Abdullah. Ada foto foto kedekatan itu,” jelasnya.

Djusman AR, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FokaL) NGO Sulawesi.(IST)

Pos terkait