Sah, Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua PPP

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Suharso Monoarfa resmi ditetapkan sebagai ketua umum formatur PPP periode 2021-2026. Terpilih secara aklamasi dalam Muktamar ke-IX PPP, yang berpusat di Hotel Claro Makassar, Sabtu (19/12/2020) malam.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI ini ditetapkan tercantum dalam SK formatur hasil Muktamar IX nomor 8/TAP/Muktamar IX PPP 2020, tentang penetapan ketua umum formatur Muktamar ke-IX PPP, yang dibacakan langsung oleh pimpinan sidang, Amir Uskara.

Bacaan Lainnya

Ketua terpilih, Suharso Monoarfa menyatakan siap membawa PPP dengan kejayaan ke tingkat elektoral yang lebih tinggi, serta menargetkan menjadi pemenang di Pemilu 2024 mendatang.

“Saya tidak hadir seorang diri, saya hadir sebagai representasi kader PPP di seluruh Indonesia. Ini sesungguhnya amanat seluruh kader PPP di tanah air,” ucap Suharso usai terpilih.

Ia mengatakan, para kader tidak perlu berlebihan mendukung dan memberikan suport kepada dirinya. Ia hanya ingin semua kader PPP solid, satu suara, dan total dalam membangun partai.

“Tidak ada luar biasa pada diri saya. Tidak ada berlebihan pada diri saya. Mari kumpulkan kelebihan masing-masing, kebolehan, kearifan. Satukan untuk menangkan Pemilu 2024. Tinggalkan cara sendiri-sendiri, mari kerja bersama, bahu-membahu dari Aceh sampai Papua,” tegasnya.

Bagi Suharso, keadilan, pemerataan, dan pemenuhan hak para kader harus bisa terdistribusi secara menyeluruh. Sebab, hal itulah yang bisa memicu semangat dalam membangun partai.

“Tidak boleh ada (kader) yang tertinggal. Kita sesungguhnya ditantang zaman. Kita hadapi bersama. Insyaallah hanya dengan kebersamaan, semangat yang kita miliki, kita bisa mewujudkan impian itu, kembalikan kegemilangan PPP,” jelas Suharso.

“Hanya ini satu-satunya yang saya janjikan. Saya wakafkan waktu saya untuk partai yang saya cintai,” sambungnya.

Selain itu, dimasa kepemimpinannya, ia hanya membawakan tiga pekerjaan utama bagi semua kader. Tiga hal itu bakal dilakukan sesuai porsi dan tanggung jawabnya, agar roda partai berputar lebih cepat namun tetap seimbang.

“Insya Allah PPP lolos dari Politary Threshold. Insya Allah, kembali ke masa jaya. Itu hanya bisa kita lakukan bersama-sama.”

Tiga kriteria yang dimaksud dalam kepimpinannya di DPP tersebut adalah :

1. Petugas partai tugas utama.

Melakukan kegiatan atau kerja elektoral , yang harus dilakukan dari nasional hingga PAC bahkan ranting. Tidak boleh bergesekan. Mudah-mudahan seluruh suara PPP bisa kembali kepada kita

2. Masa sekarang digitalisasi net, sosial luar biasa, maka yang diperlukan kelompok pekerjaan. Kita harus punya influencer di DPP. Bukan hanya pengurus yang diurus, tapi pengurus yang urus partai.

3. Kelompok suporter, organisasi manajemen atau orgama. Mudah-mudahan akan terjadi koordinasi dari genersi Z, X dari DPP akan datang biar kita publish. Regenerasi terbentuk dan ada. 

“Saya hanya dirijen dari orkestrasi. Kalau mau musik merdu, kira harus bermain dengan disiplin tinggi dan terukur,” tutup Suharso. (andi)

Pos terkait