Keuntungan yang dimaksud ARA antara lain, konsolidasi organisasi semakin diperketat. Seluruh pimpinan partai mulai dari tingkat ranting hingga ke pengurus pusat makin waspada dengan adanya kader cabe-cabean yang akan jadi penyusup.
‘’Kita akhirnya tahu mana kader-kader yang bermain low game, medium game dan high game dalam berpolitik,” jelas leguslatir DPRD Kota makassar tiga periode ini.
Hal lain yang didapat adalah dampak elektoral yang semakin kuat. Itu bisa ditandai dengan survei Demokrat yang kini berada di posisi ketiga.
‘’Saya malah punya keyakinan Partai Demokrat akan naik ke posisi kedua pada saat Pileg 2024,” sebut ARA.
Menututnya, sejak isu kudeta menasional, kader partai yang tadinya tertidur, akhirnya terpanggil untuk membantu.
‘’Ibarat perang di jaman penjajahan, serangan Belanda tersebut disikapi dengan perlawanan. Dan itulah yang terjadi saat ini,” tegas politisi kelahiran 3 Mei 1971 ini.
Keuntungan lainnya yakni nama Partai Demokrat semakin harum di tengah-tengah masyarakat. Sebab, kata ARA, partai Demokrat adalah salah satu partai ang paling konsisten dan komitemen mengawal pemerintahan.
‘’Sekali lagi saya salut dengan Ketum. Terkhusus bapak SBY. Saya berterima kasih kepada orang yang merencanakan kudeta ini. Sebab mereka menjadi mafrketing yang baik buat demokrat,” katanya.
‘’Kader semakin militan dengan adanya peristiwa rencana kudeta itu. Sebagai kader yang hadir sejak awal, saya dan teman-teman siap mengawal dan mengawasi setiap pergerqakan yang akan merongrong kewibawaan partai,” tegas ARA yang juga Ketua pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Ketu pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Offroader (IOF) Sulsel, ini.(riel)






