INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat ada 143 kasus kebakaran yang terjadi di kota Makassar dalam setahun terakhir. Nilai kerugian sekitar Rp 21,6 miliar.
Sementara jumlah jiwa terdampak sebanyak 941 atau 391 KK dengan luas areal mencapai 19.865m². Objek kebakaran didominasi rumah tinggal. Jumlahnya 268 kasus. Penyebabnya didominasi pula akibat arus pendek listrik yakni 79 kasus. Disusul kebakaran akibat kompor, 10 kasus.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas (Kadis) Damkar Kota Makassar Hasanuddin bertekad tahun depan akan memperbanyak alat pengendali kebakaran lingkungan.
‘’Ini sebagai upaya dalam menekan angka kebakaran. Kalau untuk perubahan tahun ini, hanya tiga yang akan digunakan untuk wilayah kecamatan Sangkarrang,” katanya dikutip dari makassar.sindonews.com, Selasa (14/12/2021).
Hasanuddin mengakui tahun ini terjadi penurunan angka kebakaran dibanding lima tahun terkahir.
Ia merinci kejadian lima tahun terakhir. Pada 2016 tercatat 171 kasus, 2017 ada 150 kasus, 2018 terjadi 209 kasus. Sedangkan 2019 sebanyak 305 kasus. dan tahun lalu, 142 kasus.
Dinas Damkar Kota Makassar akan mengusulkan Rp 227 juta di anggaran perubahan untuk pengadaan tiga alat di Sangkarrang.
Hasanuddin mengatakan tahun depan pihaknya kembali akan melakukan pengadaan secara masif pada seluruh kecamatan yang rawan kebakaran.
‘’Tahun depan rencana 53 titik khusus daerah rawan kebakaran. Penambahan ini untuk menekan angka kebakaran yang kerugiannya cukup tinggi di Kota Makassar,” katanya.(riel)






