JOIN Nilai Keterbukaan Publik BPOM Makassar Buruk

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Makassar memberikan penilaian buruk terhadap keterbukaan informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar.

Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kota Makassar memberikan penilaian buruk terhadap keterbukaan informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar.

Ketua JOIN Makassar, Sabri mengatakan Badan POM sebagai lembaga pengawas mesti ada keterbukaan informasi publik sesuai yang diamanahkan oleh UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Namun yang terjadi di lapangan Badan POM sangat tertutup jika ingin dikonfirmasi terkait pengawasan.

“Mestinya BPOM Makassar lebih terbuka dan menerima kehadiran jurnalis ketika ingin melakukan konfirmasi terkait kosmetik yang diduga ilegal. Namun beberapa laporan yang hendak dikonfirmasi, sama sekali tak direspon,” cetus Sabri dikutip dalam rilis resminya yang diterima INFOSULSEL.COM sesaat lalu.

Alumni Magister Kesehatan Masyarakat ini berharap Badan POM jangan tutup mata soal banyaknya kosmetik ilegal beredar di masyarakat. Ia menyebut pemasarannya dengan sistem online.

“Banyak di media-media sosial produk-produknya dipasarkan. Dan banyak kami temukan produk yang kami duga tidak terdaftar di BPOM. Ini sangat membahayakan bagi kesehatan,” ungkap Sabri.

Sebagai lembaga pengawas, lanjut Sabri, BPOM mesti lebih terbuka memberikan informasi publik kepada masyarakat.

“Karna ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap lembaga pengawas ini tidak bermain main-main bersama pelaku atau pemilik kosmetik ilegel yang saat ini ramai. Dalam pantauan website resmi Badan POM Makassar pada tahun 2021 sangat tertutup soal kosmetik ilegal.

“Dalam pantauan kami website BPOM Makassar www.makassar.pom.go.id sangat sedikit bahkan tidak pernah memberikan informasi soal kosmetik ilegal yang membahayakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat menduga pihak BPOM bermain mata dengan pelaku kosmetik ilegal yang sangat membahayakan,” katanya.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan