Jeritan Hati Pekerja Pengangkut Sampah di Kampung  Kajang

Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali, SE, MM.(FOTO: ASRIL)

‘’Sudah 4 Bulan Gaji Kami Belum Dibayar’’

 INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Benar-benar memprihatinkan. Para pekerja pengangkut sampah di Kecamatan Manggala sampai pekan kedua  April 2022, hak-haknya belum dibayar. Ironsinya kondisi itu sudah berlangsung selama empat  bulan. Di sisi lain sejumlah pejabat Pemkot Makassar seperti Walikota, Wakil Walikota dan Sekda, menikmati anggaran makan minum sampai Rp 80 miliar. Miris memang.

Angka anggaran makan minum Rp 80 miliar ini diungkapkan Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo saat INFOSULSEL.COM berkunjung di rumah dinasnya  Jl. Hertasning, bersama sejumlah wartawan, beberapa waktu lalu.

‘’Sudah empat bulan ini suami saya belum digaji, kodong. Semoga bapak bisa  merasakan penderitaan kami dan membantu kami menyampaikan kepada pemerintah. Kami juga butuh hidup, sama seperti mereka,’’ keluh Rohana dengan tangan gemetar dan suara terbata-bata menahan emosi saat memegang mike di depan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali, Rabu sore (13/4/2022).

Sebagai wong cilik, Rohana hanya mengandalkan hidup dari gaji bulanan suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pengangkut sampah. Itupun gaji mereka tidak seberapa besar. Hanya Rp 2 jutaan sebulan. Kadang dalam kondisi sakit pun mereka harus tetap bekerja demi sesuap nasi.

Mengenakan long dress lusuh dipadu kerudung lusuh warna hijau,   Rohana mengungkapkan keluhannya saat Adi Rasyid Ali berkunjung di Kampung Kajang, RT 4, RW 4, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

”Tolong pak, bantu kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Keluhan wanita bertubuh kecil ini diamini warga lainnya.  Saat itu ARA, sapaan Ketua DPC Partai Demokrat ini tengah menyerap aspirasa rakyat di Kampung Kajang, RT 4 RW 4 Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala pada reses Kedua Masa Persidangan Kedua tahun sidang 2021/2022 Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar IV Kecamatan Panakkukang-Manggala.

Adi Rasyid Ali tidak kaget mendengar keluhan warganya itu. Keluhan yang sama sudah berkali-kali ia dengar. Bekali-kali pula sebagai wakil rakyat ia mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk meyelesaikan hak-hak masyarakat. Bahkan beberaba waktu lalu saat sopir dan pekerja pengangkut sampah melakukan mogok kerja dan aksi demo, juga karena hak-hak mereka ditahan oleh Pemkot  Makassar, ARA juga berbicara lantang di depan media terkait jeritan hati rakyat kecil.

‘’Nanti saya ingatkan lagi Pemerintah Kota. Sebenarnya sudah berkali-kali masalah ini saya ingatkan. Saya juga tidak tahu kenapa. Mungkin Pemkot tidak punya uang atau bagaimana. Tapi, tidak mungkin tidak ada uang. Saya bingung ini gaya pemerintahan sekarang. Uang rakyat saja pelit diberikan. Bagaimana kalau uang pribadinya,” cetus ARA, sembari memegang kepalanya.

Pos terkait