Staf DPRD Makassar Juga Belum Digaji
Di depan warga ARA juga menyampaikan nasib mereka seperti juga dialami staf DPRD Kota Makassar. Hak-hak mereka juga belum diselesaikan.
‘’Sama nasibta dengan staf DPRD Makassar. Gaji mereka juga belum cair. Gaji honorer di Pemkot juga belum dibayar-bayar. Termasuk insentif RT-RW. Kasihan ini Pemkot Makassar. Saya tidak tahu kapan bisa dibayar. Mungkin tunggu lebaran Kingkong, ’’ sindir legislator tiga periode DPRD Kota Makassar, ini.
Para sopir dan pekerja pengakut sampah lainnya juga mengungkapkan keluhannya kepada INFOSULSEL.COM.
‘’Coba bapak bayangkan dengan risiko yang kami alami. Meski gaji kami belum dibayar, kami tetap bekerja. Tapi sampai kapan terus-terus seperti ini,” kata ayah satu anak asal Kajang, Kabupaten Bulukumba yang mengaku bernama Puding, ini.
‘’Padahal kami tetap bekerja, siang dan malam. Tidak kenal waktu. Bahkan hujan di tengah malam pun, kami tetap bekerja demi sesuap nasi,’’ timpal Jamal yang diamini Ramli, buruh pengangkut sampah lainnya saat berbincang dengan INFOSULSEL.COM di samping mobil sampah saat sedang mengganti salah satu ban belakang mobil truk tertulis Tangkasa yang sudah lusuh.
Mobil itu terparkir di samping kuburan jalan masuk kampung Kajang. Enam buah bannya sudah tipis. Salah satunya sedang diganti karena bocor.
Ya, miris memang melihat kondisi para pekerja pengangkut sampah ini. Gaji mereka sebulan tidaklah seberapa. Total yang mereka terima hanya sekitar Rp 2 jutaan. Belum dipotong Rp 150 untuk asuransi. Bandingkan dengan anggaran makan minum tiga pejabat di Pemkot Makassar, Walikota, Wakil Walikota dan Sekda yang konon kabarnya snilai sampai Rp 80 miliar.
Rohana dan istri-istri sopir dan pekerja pengangkut sampah di Makassar heran dengan seringnya hak-hak para pekerja kecil ini tertahan.
‘’Kami tidak tahu kenapa gaji kami selalu tidak diperhatikan. Seperti sengaja dimainkan. Selalu begitu. Mungkin karena kami ini orang kecil sehingga orang-orang di atas menganggap kami tidak ada apa-apanya,’’ cetus pekerja lainnya yang mengaku sudah 7 tahun mengabdi sebagai pekerja buruh sampah.






