Ni’matullah menyebut memilih pengurus secara objektif. Termasuk tetap memberi ruang bagi pendukung rivalnya saat Musda Demokrat beberapa waktu lalu.
Sebelumnya ada 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota Partai Demokrat di Sulsel menyatakan akan memboikot pelantikan Ni’matullah. Mereka merupakan pendukung IAS.
Meski begitu Ni’matullah tak ambil pusing dengan sikap segelintir kader Demokrat yang menolak hasil putusan DPP Partai Demokrat.
Ulla menegaskan partainya siap bangkit bersama. Bangkit tidak hanya terkait kepentingan memenangkan kontestasi politik tapi juga bangkit dari pandemi Covid-19.
“Dua tahun terakhir pandemi covid-19 menghantam hampir semua sendi kehidupan. Sesuai arahan Ketum, Mas AHY, seluruh jajaran Partai Demokrat harus selalu hadir meringankan beban masyarakat,” kata Ulla, Senin 23 Mei 2022.
Berkat kerja keras tersebut, lanjut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, pandemi covid-19 semakin menurun.
‘’Akan tetapi, bukan berarti persoalan sudah selesai. Sebab, banyak di antara kita yang mengalami krisis yang cukup dalam. Rakyat dalam kesulitan. Kita tidak fokus mencari tokoh untuk jadi pengurus. Tapi kita akan melahirkan tokoh. Apalagi sekarang ini era milenial,” tegas Ulla.
“Intinya, pengurus Partai Demokrat adalah pengurus yang siap bekerja untuk rakyat, bukan malah pengurus yang mau diurus,” ujarnya.
Karena sudah banyak partai yang bertabur tokoh, tapi justru hilang saat dibutuhkan rakyat. Akan jauh lebih baik, kalau rakyat yang merasakan manfaat dan hadirnya pengurus, sehingga merekalah yang menokohkan. Bukan sebatas klaim sepihak sebagai tokoh, tapi tidak bisa bekerja.(riel)






