Sejauh ini, IOF selalu hadir dalam aksi kemanusiaan. Seperti saat banjir bandang melanda Luwu Utara 2020 lalu. “Sekecil apapun IOF akan selalu hadir untuk kegiatan sosial,” kata MJ.
Adi Rasyid Ali menambahkan IOF bukanlah organisasi kaleng-kaleng. Ketua IOF Sulsel pertama adalah Halim Kalla. “Adik dari Bapak Jusuf Kalla. Setelah itu Ketua IOF berikutnya adalah mantan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Numang. Kemudian saya. Jadi, IOF ini bukan organisasi kalang-kaleng,” kata Om ARA yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, ini.
ARA mengenang ketika banjir bandang melanda Luwu Utara. Pada saat itu, dia dan pengurus terjun langsung ke lokasi. Menjangkau Desa Maipi yang ketika itu terisolasi. “Saya sendiri yang membawa orang sakit ke rumah sakit, meskipun takdir, saya mendapat kabar dia meninggal saat subuhnya,” kenang ARA.
Ia meminta pengurus IOF Luwu Utara selalu peduli kepada maysrakat yang tertimpa musibah, khususnya bencana. “IOF bukan organisasi kongko-kongko saja, memang harus penduli. Ada bencana kita turun ramai-ramai. Membantu mereka yang membutuhkan,” paparnya.
Kepedulian IOF saat banjir bandang diakui Bupati Luwu Utara. Indah kemudian mengajak IOF untuk terus peka terhadap bencana yang melanda. Indah dikesempatan itu mempersembahkan pantun bagi pengurus dan undangan di akhir sambutannya. (riel)





