Laba Meningkat 3 Kali Lipat, Perumda Parkir Makassar Finalis TOP BUMD Awards 2023

Dirut PD Parkir Makassar, Yulianti Tomu saat menghadiri kegiatan Indonesia City Expo APEKSI di Padang.(DOK)

Perbaikan dari Manajemen

Kepada dewan juri, Yanti, panggilan akrab Yulianti Tomu, memaparkan sejumlah perbaikan di internal dan eksternal yang telah dijalankan jajaran manajemen Perumda Parkir Makassar Raya sehingga berhasil meningkatkan kinerja BUMD milik Pemkot Makassar ini.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, sejak jajaran direksi dilantik, pada 19 Juli 2022 untuk periode 2022-2026, pihaknya telah melakukan efisiensi biaya operasional dan memaksimalkan pendapatan dari pengelolaan dan sarana perparkiran dan itu membuahkan hasil.

“Selain pendapatan dan laba tahun 2022 yang meningkat, kami juga telah melunasi utang peninggalan dari jajaran direksi periode sebelumnya” katanya.

“Saat ini, untuk pendapatan, sedang dalam tahap pra audit. Diharapkan, kami dapat menyetor dividen tahun 2022 ke Pemkot Makassar sekitar Rp 2 miliar lebih,” ungkap Yanti.

“Perbaikan di internal lainnya, mulai Februari 2022, kami menerapkan Teknologi Informasi (TI) berupa Corporate Management System (CMS) sehingga koordinasi antar bagian di perusahaan menjadi semakin baik.”

“Untuk aspek Sumber Daya Manusia (SDM), dengan menata penempatan pegawai sesuai dengan disiplin ilmunya serta mengikuti pelatihan dan workshop bagi Dewan Pengawas, Direksi, dan pegawai,” katanya.

Sedangkan di eksternal, peningkatan pendapatan itu juga berkat dukungan regulasi Perda Kota Makassar No. 2 Tahun 2021 tentang Pendirian Perusahaaan Umum Daerah Parkir Makassar Raya Kota Makassar dari sebelumnya Perusahaan Daerah.

“Sehingga bertambah jumlah obyek lokasi parkir menjadi 5, dari sebelumnya 2, yaitu Tepi Jalan Umum, Parkir Insidentil, Parkir Pos Komersial, Parkir Langganan Bulanan, dan Parkir Elektronik,” tutur Yanti.

Dalam kesempatan ini, Rizal Asjahad Rahman selaku Direktur Umum, menambahkan bahwa pihaknya juga memperhatikan aspek People yaitu para juru parkir sebagai ujung tombak perusahaan.

“Hal itu mengingat hampir 90% latar belakang pendidikan mereka adalah SD atau SMP sehingga ini menjadi PR besar bagi kami. Untuk itu, kami menerapkan sistem bagi hasil 60%:40%,” ujarnya.

Menurut Rizal, upaya pendekatan ke para juru parkir itu membuahkan hasil dengan meningkatnya jumlah setoran.

Pos terkait