INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat ini diraih lima tahun berturut-turut.
Predikat WTP ini diperoleh KONI Makassar usai Tim Audit dari Akuntan Publik Asri, Abdul Rahman melakukan audit terkait penggunaan dana hibah di KONI Makassar. Hasilnya, tegas Abdul Rahman, laporan keuangan KONI Makassar sesuai dengan standar akuntansi Kota Makassar, yaitu Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
”Laporan yang dilakukan KONI sesuai dengan standar akuntansi pada umumnya yang harus dilakukan oleh organisasi non pemerintahan,” katanya
Rahman menjelaskan ada laporan yang diaudit. ”Masing-masing Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Pembahasan Anggaran Lebih, Laporan Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, dan Laporan Laba Rugi. Auidt dilakukan sejak Januari,” jelas Abdul Rahman, Senin (18/03/2024).
Tim audit juga telah memanggi 31 Cabor terkait LPJ atas penggunaan dana yang diberikan oleh KONI Makassar untuk dipertanggungjawabkan. Termasuk memanggil 10 koordinator kecamatan untuk mempertanggungjawabkan anggaran yang diperoleh dari KONI Makassar.
‘’Termasuk juga melakukan visitasi aset atas pembelanjaan Cabor. Begitu juga koordinator kecamatan yang anggarannya bersumber dari KONI Makassar,” katanya.
Audit memang banyak dilakukan ke cabor. Sebab penggunaan anggaran terbesar itu untuk pembinaan ada di masing-masing cabor. Termasuk di koordinator kecamatan. Karena pda 2023 ada kegiatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang anggarannya banyak ke kecamatan.
”Opini kami adalah wajar dalam hal material. Atau secara umum Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk tahun buku 2023,” jelasnya.






