Vaksin Pneumonia, Menjaga Kesehatan dan Kenyamanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia

Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, Pembina Yayasan Astana Penanggulangan Bencana, mengatakan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan selama perjalanan ibadah ke Tanah Suci, menjaga kesehatan umat adalah prioritas utama.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama dari berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah. Termasuk PPIU, PIHK, ustadz, dan calon jemaah itu sendiri,” kata Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin.

“Oleh karena itu, Yayasan Astana menginisiasi acara ini dengan tujuan mendorong peran penting penyelenggara perjalanan ibadah umrah maupun haji  dalam menerapkan protokol kesehatan secara komprehensif, mulai dari tahap persiapan hingga setelah kembali dari Tanah Suci,” tambah Ahmad Syauqi.

Dalam pembukaannya Drs. H. Mohammad As Adul Anam M. Ag, Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama PJawa Timur menambahkan peningkatan jumlah jemaah haji maupun umrah memerlukan penyesuaian protokol kesehatan.

“Seperti pemeriksaan kesehatan ketat, pengaturan kuota jemaah, peningkatan infrastruktur, edukasi kepada jemaah, serta kerjasama antar negara, dan pemantauan berkelanjutan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan persiapan dan pelaksanaan ibadah haji yang aman dan lancar setiap tahun,” katanya.

Berdasarkan data Pusat Kesehatan Haji Sekjen Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2019, salah satu penyakit pernapasan menular yang paling banyak ditemukan di kalangan jemaah Indonesia di Tanah Suci adalah pneumonia. Penyakit ini menyebabkan adanya peradangan akut jaringan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang mengakibatkan kantung udara dalam paru-paru dipenuhi cairan atau nanah, sehingga membuat penderitanya sulit bernafas.

Proses penularan penyakit ini juga terbilang cepat. Hanya melalui percikan penderita saat batuk atau bersin. Diperburuk dengan kondisi yang ramai dan kurang kondusif.

Pos terkait