Selain itu, Hillary juga menyampaikan terima kasih kepada Pengprov Pertina, KONI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang juga telah memfasilitasi pelaksanaan pelatihan atau ujian sertifikasi nasional secara gratis bagi para wasit, hakim dan pelatih tinju. Jumlahnya cukup banyak. Lebih dari 60 orang. Mereka datang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kejurnas yang mempertandingkan all category – school, junior, youth dan elite- putra dan putri ini berlangsung selama sepekan, 23-30 Oktober 2025.
Totalitas tuan rumah bisa dilihat dari penataan venue pertandingan yang begitu mewah. Sebuah gedung serba guna yang diberi nama Djojokodi Convention Centre (JCC) di Jl. Prof Muh Yamin, disulap bak venue pertandingan tinju profesional.
Saat kaki melangkah ke dalam venue, penonton disuguhi tiga layar Light Emitting Diode (LED). Bersinar dengan Cahaya gambar yang terang dan tajam.
Salah satu LED berukuran raksasa. Lebarnya 12 x 6 meter. Tergantung di sebelah barat gedung. Dua layer LED pendukung berukuran lebih kecil. Tergantung di sisi kiri dan kanan layer LED utama. Berukuran 6 x 3 meter. Ditopang riging setinggi gedung dan membentang seluas venue pertandingan dari utara ke selatan.
Kehadiran pencahayaan (lighting) dari puluhan lampu moving head, spotlight dan follow spot, lampu PAR, laser, serta flood light, menambah mewah dan semarak suasana. Semakin semarak dengan dukungan sound system yang begitu kuat.





