Lampu-lampu menyorot ke ring yang berdiri kokoh di tengah venue pertandingan saat jeda. Juga ke arah tribun penonton di lantai dua. Sorotan lampu mengarah ke objek dengan fokus (spotlight). Berganti aneka warna. Jenis dan ukuran. Menerangi area (flood light). Menciptakan efek cahaya dinamis (moving head). Hingga memberikan efek khusus berupa sinar tajam (laser) di semua sudut di setiap jeda ronde.
Seluruh peserta terkagum-kagum dengan suasana venue. Mereka dimanjakan dengan suasana. Di layer LED terpampang jelas dan tajam wajah mereka saat bertanding di atas ring. Semua dimanja dengan suasana dan suguhan teknologi tinggi.
Dari segi keamanan, jangan diragukan. Setiap hari selama pertandingan mulai pukul 14.00 Wita hingga selesai pada malam hari, petugas kepolisian hadir. Berbaur dan akrab dengan semua ‘penghuni’ venue. Bahkan petugas Jihandak dari Gegana Brimob sebelum dan saat jeda pertandingan melakukan pemeriksaan.Semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan seluruh kontingen yang jumlahnya ratusan dari 18 provinsi se Indonesia.
Pertina Sulteng sebagai tuan rumah benar-benar total. Membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah kegiatan olahraga nasional. Selain sukses penyelenggaraan, di Kejurnas kali ini juga banyak bermunculan atlet-atlet muda bertalenta di semua kategori.
Akhirnya ‘pesta’ para petinju musa pada event bertajuk Kejurnas Tinju Amatir 2025 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Jumat (30/10/25) malam. Sebelumnya Sabtu 24 Oktober 2025 lalu Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, membuka kejurnas ini. Dihadiri pula oleh Ketua Umum Pertina dan jajaran Pengurus Pusat lainnya.
Setelah sepakan adu skil di atas ring, kontingen Maluku Utara keluar sebagai juara. Dengan modal sembilan medali emas dan empat perunggu. Sampai jumpa di Kejurnas Tinju Amatir 2026.(sri syahril)





