INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Kantor Perumda Parkir Makassar diserang belasan orang tak dikenal (OTK). Aksi itu terjadi di tengah malam buta. Sekitar pukul 01.16 WITA, Kamis, 15 Januari 2026. Aksi brutal ini terekam CCTV. Para pelaku berjumlah belasan orang. Berboncengan menggunakan tujuh sepeda motor.
Direktur Utama (Dirut) Perumda (PD) Parkir Makassar Adi Rasyid Ali menyesalkan kejadian ini. Dia menduga penyerangan ini dipicu massifnya PD parkir melakukan inspeksi penertiban parkir dan juru parkir liar di sejumlah titik di Makassar.
“Ini karena masifnya kita melakukan sidak parkir liar dan jukir liar. Ada indikasi kea rah sana,” sebut mantan anggota DPRD Kota Makassar tiga periode yang akrab disapa ARA ini.
Sejak dipimpin oleh ARA, Perumda Parkir Makassar memang gencar menertibkan titik – titik parkir yang selama ini jarang tersentuh. Salah satunya aktivitas parkir liar di terowongan Mal Panakkukang Makassar.
“Yang selama ini tidak pernah bisa disentuh-sentuh adalah di terowongan Mal Panakkukang itu. Itu juga kita tertibkan. Kita tidak pandang bulu,” tegas ARA.
Ia menduga ada pihak-pihak yang tidak senang dengan penertiban tersebut. Namun Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap parkir maupun jukir liar.
“Masih ada beberapa titik yang belum kami sentuh. Tidak gampang memang. Karena banyak yang kebakaran jenggot. Tapi kami sudah berkomitmen untuk terus membenahi perparkiran di Makassar. Tim reaksi cepat akan terus bergerak,” ujarnya.
ARA enggan berspekulasi terkait terduga pelaku melibatkan jukir liar. Namun dia kembali menegaskan ada banyak pihak yang terganggu dengan aksi PD Parkir maupun Dishub Makassar yang belakangan ini gencar melakukan penertiban.
“Intinya semakin sering Perumda Parkir menertibkan jukir liar dan parkir liar, maka akan banyak pula yang kebakaran jenggot. Dengan pelemparan ini, Perumda Parkir melalui tim reaksi cepat akan semakin masif menertibkan para jukir liar dan parkir liar,” tegasnya.
Dia meminta support dan dukungan masyarakat. ”Memang butuh proses dan dukungan semua pihak terutama dukungan TNI/Polri. Peran masyarakat, (ketua) RT/RW, camat dan lurah. Karena ini soal kota Makassar yang harus bisa tertib dan aman,” ujarnya.(*/riel)





