Dualisme Pengurus
Dualisme kepengurusan cabor yang dulu bernama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) ini, tak terhindarkan. “Pimpinan sidang tidak netral. AD- ART diabaikan demi kepentingan calon tertentu,” pekik Samuel Bernard Tanalepy, perwakilan Klub Paotere, klub tertua di Makassar.
Klub Paotere adalah klub resmi yang terdaftar dalam database Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia (PB FAI). Klub ini berdiri sejak 1928.
‘’Pimpinan sidang mengabaikan masukan, saran dan pendapat peserta Muskot,” timpal Tamrin Taba, pengurus klub Fakta, juga salah satu klub tertua di Makassar.
‘’Ini mencederai semangat demokrasi organisasi,” timpal sejumlah pengurus klub.
Tidak puas dengan hasil Muskot, pemilik klub sepakat melaksanakan Muskot tandingan di Kopitiam, 29 Desember 2025. Forum sepakat memilih Queensyah yang juga mantan atlet renang memimpin Pengkot Akuatik periode 2025-2029.
“Kami butuh pemimpin muda yang punya inovasi dan kepedulian kepada klub. Bukan orang yang memperjuangkan kepentingan pribadi,” tambah Om Sam.
Pelatih renang berlisensi internasional ini berharap KONI Makassar bisa bijaksana dan objektif menyikapi dualisme kepengurusan ini. ‘’Kita butuh sosok pemimpin yang bisa menciptakan keharmonisan dan mengembangkan pembinaan dan prestasi yang lebih baik. Juga transparan mengelola organisasi, serta berpihak penuh kepada atlet dan klub. Bukan orang yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya,” tegas pelatih renang senior ini.






