Perjuangan timnya dengan dua kali menyamakan kedudukan dan mengakhiri laga dengan imbang melawan tim kuat seperti Belanda adalah pekerjaan luar biasa. Meski demikian, ia mengaku tetap kecewa. Karena targetnya adalah menang.
“Saya kecewa karena kami gagal menang. Para pemain tidak pernah menyerah. Terus berjuang keras bersama sebagai sebuah tim. Meski hanya mendapatkan satu poin yang agak mengecewakan, kami berhasil mendapat hasil melalui upaya kolektif kami,” tutur Hajime Moriyasu dikutip dari Bola.com melalui laman resmi FIFA.
Sementara itu, Daichi Kamada menilai satu poin melawan tim seperti Belanda adalah hasil yang pantas disyukuri. Selain hasil akhir meraih satu poin, karakter pejuang yang tak mudah menyerah dengan mengejar ketertinggalan adalah bukti Jepang punya karakter yang patut dibanggakan.
“Sebelum pertandingan, kami mengatakan kami perlu mendapatkan setidaknya satu poin. Pertandingan berubah menjadi sulit, tetapi kami mampu menunjukkan apa yang telah kami persiapkan,” tutur sang penyelamat Jepang terhindar dari kekalahan ini.
“Melawan tim kuat seperti Belanda, jika Anda tertinggal 1-0, dengan mudah bisa menjadi 2-0 atau 3-0. Fakta kami berjuang kembali dan mendapatkan hasil imbang menunjukkan karakter tim ini,” jelas Kamada.
Hasil imbang 2-2 yang diraih Jepang kontra Belanda, membuat persaingan di Grup F langsung berjalan dengan ketat. Sebab di pertandingan lain, Swedia berhasil mengamankan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia.
Gol-gol kemenangan Swedia ditentukan Yasin Ayari (7′ dan 90′), Alexander Isak (30′), Viktor Gyokeres (59′), serta Mattias Svanberg (84′). Satu-satunya gol balasan Tunisia dihasilkan Omar Rekic pada menit ke-43.
Swedia kini memuncaki klasemen Grup F dengan nilai tiga. Jepang dan Belanda sama-sama mengumpulkan satu angka, dan Tunisa di posisi terbawah dengan nilai nol.(**)






