ARA, sapaan Dirut PD PAfrkir Makassar menegaskan transformasi digital bukan sekadar perubahan sistem pembayaran. ”Tetapi bagian dari reformasi tata kelola yang mengedepankan efisiensi operasional, transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan layanan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Raya, Pramudya Wicaksana, mengapresiasi berbagai inovasi yang telah diterapkan PD Parkir Makassar Raya dalam mendukung implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Kami melihat Kota Makassar telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong digitalisasi sektor perparkiran. Berbagai inovasi yang dikembangkan menjadi referensi yang sangat baik bagi daerah lain dalam mempercepat implementasi elektronifikasi transaksi, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan public,’’ katanya.
Dia berharap hasil studi tiru ini dapat menjadi inspirasi dan memperkuat sinergi antardaerah dalam mewujudkan ekosistem pembayaran digital yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, pemaparan implementasi sistem digital pengelolaan parkir di Kota Makassar, serta peninjauan langsung operasional pelayanan parkir di kawasan UPP Anjungan Pantai Losari sebagai salah satu lokasi penerapan inovasi pelayanan PD Parkir Makassar Raya.
Melalui kunjungan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Badan Usaha Milik Daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi layanan publik, khususnya di sektor perparkiran, guna mewujudkan pelayanan yang semakin profesional, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (rls/biel)

TP2DD dan Deputi Kepala Perwakilan BI Solo Raya.(FOTO : HUMAS PD PARKIR)





