Menariknya, ARA menyadari bahwa secanggih apa pun teknologi pembayaran atau aplikasi pengawasan yang diterapkan, faktor manusia tetap menjadi penentu utama kesuksesan di lapangan. ”Petugas parkir dan pegawai struktural adalah wajah terdepan pelayanan kota. Sinkronisasi kerja yang solid antara Direksi, Dewan Pengawas, hingga juru parkir di jalanan menjadi kunci agar setiap kebijakan strategis tidak mandek sebagai wacana,” sebut ketua Pengurus Daerah Indonesia off-Road Federatioan Sualwesi Selatan (Pengda IOF Sulsel), ini.
Sebagai bentuk rasa syukur atas konsistensi pelayanan selama 27 tahun, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Prosesi ramah tamah ini sekaligus dimanfaatkan manajemen sebagai ruang diskusi informal untuk mempererat silaturahmi serta menyamakan persepsi seluruh jajaran dalam menyongsong target-target berat yang menanti di depan mata.
Melalui visi besar “Parkir Tertib, Kota Tertata”, PD Parkir Makassar Raya berkomitmen penuh mendukung program strategis Pemerintah Kota Makassar dalam membangun ekosistem transportasi modern. Penataan ini diharapkan mampu mengubah stigma negatif perparkiran liar menjadi sebuah sistem pendukung tata kota yang rapi, aman, dan memanusiakan para pengguna jalan.
Kendati demikian, transformasi ini tidak bisa berjalan dalam ruang hampa. Manajemen menegaskan perlunya sinergi lintas sektor yang melibatkan Pemkot Makassar, perangkat daerah terkait, aparat penegak hukum, pelaku usaha, hingga masyarakat luas. Kolaborasi multipihak ini menjadi bahan bakar utama agar regulasi dan kepatuhan perparkiran dapat ditegakkan secara konsisten.
“HUT ke-27 bukan sekadar memperingati perjalanan yang telah kita lalui. Ini adalah momentum untuk melihat ke depan, memperkuat komitmen, dan bergerak bersama. Target kita jelas: pelayanan semakin baik, perusahaan semakin sehat, dan pengelolaan parkir Kota Makassar semakin tertib dan modern,” pungkas ARA menutup rangkaian komitmen kerja jajarannya.(riel)





