Suami Tidak Pulang, IRT Coba Bunuh Diri dari Atas Tower Sutet

Brigadir M Ruslan, Babinkamtibmas Kel Barombong saat menjelaskan kronologisnya kepada dua anggota Basarnas di kantor pos polisi Barombong.(foto: ril)
Yuli saat proses evakuasi yang dilakukan dua warga.

INFOSULSEL,com, MAKASSAR— Seorang ibu rumahtangga (IRT), Yuli Daeng Baji (33) nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan memanjat tower saluran udara tegangan tinggi (Sutet) di Jl. Mappainga, Kelurahan Barombong, Kecamatan Talamate, Makassar, Minggu (30/7/2017) petang.  

Untung kejadiannya tak jauh dari pos polisi Barombong. Dari bawah tower anggota Polsek Tamalate, Brigadir M Ruslan berusaha membujuk korban untuk turun. Cukup lama, Yuli dibujuk. Sekitar  dua jam lebih. Ia bahkan sudah sampai di pertengahan tower. Tinggi tower itu sekitar 25 meter.

Warga Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar ini pun akhirnya luluh. Apalagi dari atas ia melihat suaminya sudah ada di bawa menunggu bersama ratusan warga dan kerabatnya. Dua warga lalu naik mengevakuasinya. Tiba di bawah sekitar pukul 20.15 Wita,  Yuli langsung pingsan.

Yuli saat pingsan di rumah Daeng Rani (baju merah) dan suaminya, Jumain (baju biru)

Bukan tanpa sebab ia nekad memanjat tower bertegangan tinggi itu. ‘’Persoalannya, cemburu lantaran malam minggu suaminya tidak pulang ke rumah. Padahal sudah ditelpon berkali-kali, tapi tidak dijawab,” jelas Daeng Rani, salah satu kerabat korban.

Sejak keluar pergi kerja sebagai buruh bangunan di salah satu perumahan di Jl Tanjung Metro, Sabtu (29/7/2017) pagi sang suami, Jumain Daeng Tibu (32) tidak pulang ke rumahnya  di Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar. Yuli sudah berusaha mencari. Bahkan dihubungi melalui telepon selulernya. Namun sampai tengah malam tidak juga dijawab.

‘’Tadi malam Yuli sempat nginap di rumah saya. Dia minta tolong dicarikan suaminya karena tidak pulang. Tapi saya bilang, besok saja karena sudah tengah malam,” ujar Dg Rani.

Sore harinya, sekitar pukul 15.30 Wita, Yuli belum mendapat kabar dari suaminya. Lama ia menunggu di kolong rumah Daeng Rani. Bahkan Yuli masih sempat foto selfie sendiri. ‘’Tapi saya biarkan. Waktu saya sudah Shalat Ashar dia pergi. Saya tidak tahu kemana. Sekitar jam lima tiba-tiba ada tetangga yang kabari kalau Yuli mau bunuh diri dari atas tower listrik,” katanya.

Brigadir M Ruslan yang ditemui di pos polisi Barombong, tak jauh dari TKP membenarkan peristiwa itu. Namun berkat kesigapan Bhabinkamtibmas Kelurahan Barombong itu, nyawa Yuli bisa diselamatkan.  ‘’Untung ada warga yang membantu menurunkan. Saya tidak tahu apa yang terjadi andai Yuli memanjat sampai ke puncak tower lalu ia loncat,” kata Ruslan.

Menurutnya, Yuli tidak sempat dibawa ke rumah sakit karena suami dan keluarganya menolak. ‘’Waktu turun dari tower dia sempat mengigau. Mungkin karena stres. Setelah itu,  ia pingsan dan dibawa ke rumah keluarganya tak jauh dari TKP,” jelas Ruslan.

Sementara itu  suami korban, Jumain tak mau berkomentar terkait ulah nekad istrinya itu. Namun menurut beberapa kerabat dekatnya, korban nekad hendak menghabisi hidupnya karena terbakar api cemburu. Ia juga takut rumah tangganya gagal lagi untuk kedua kalinya.

Sebelum menikah dengan Jumain, Yuli pernah berumahtangga. Namun rumah tangganya kandas setelah suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Yuli lalu diceraikan. Beberapa tahun kemudian Yuli menikah dengan Jumain.

‘’Mungkin dia takut suaminya selingkuh seperti kejadian suami pertamanya dulu,” ungkap salah satu warga yang tak mau namanya dipublis.(ril)

Pos terkait