Juli 2017, Sulsel Alami Inflasi 0,98 Persen

INFOSULSEL.com, MAKASSAR— Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat, pada Juli 2017 terjadi inflasi 0,98 persen di Sulawesi Selatan. Laju inflasi ini berada di atas angka nasional, 0,22 persen.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam mengungkapkan kenaikan harga bahan makanan sangat mempengaruhi pembentukan inflasi di daerah ini. Laju inflasi ini tidak jauh berbeda dengan periode Juni 2017 sebesar 0,97 persen.

“Dari lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel, seluruhnya mengalami inflasi. Untuk Juli 2017, Sulsel mengalami inflasi 0,93 persen dengan IHK sebesar 130,40,” papar Nursam, Selasa (1/8/2017). Berdasarkan catatan BPS, inflasi tertinggi Sulsel terjadi di Kota Makassar dengan torehan 1,05 persen dengan IHK 131,15. Kenaikan inflasi Makassar tergolong tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, 0,84 persen.

Kala itu, inflasi Makassar malah paling rendah se-Sulsel. Nursam menyebut untuk Juli 2017, inflasi terendah di Sulsel terjadi di Kota Palopo yang mencatat 0,05 persen dengan IHK 127,47.

Secara regional di Sulawesi, capaian inflasi kabupaten/kota di Sulsel terbilang normal. Di Bau-Bau, laju inflasi menembus 2,44 persen dengan IHK 134,83. “Palopo bersama Palu inflasi terendah dengan capaian 0,05 persen dengan IHK masing-masing 127,47 dan 132,16. Inflasi di Bau-bau itu memang sangat tinggi, bahkan tercatat tertinggi secara nasional,” tuturnya.

Menurut Nursam, inflasi di Sulsel dipicu kenaikan harga pada semua kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi indeks harga pada bahan makanan, 1,98 persen. Disusul kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (1,79 persen). Bahan makanan jadi, rokok, minuman dan tembakau (0,55 persen) dan kelompok kesehatan (0,29 persen).

Secara keseluruhan, laju inflasi Sulsel 2017 mencapai 3,73 persen. Sedangkan laju inflasi Sulsel untuk year on year berkisar 4,38 persen. Ini masih terbilang normal, sesuai target pemerintah yang ingin mengendalikan inflasi pada 2017 dengan rentang 4 persen plus minus 1 persen. (ril)

Pos terkait