INFOSULSEL.COM, MAKASSAR—Sungguh memilukan nasib yang dialami PSM Makassar U-19 di kompetisi Liga 1 U-19 musim 2017. Bermain di lima laga, Ramang Muda kebobolan 20 gol.

Di partai terakhir PSM U-19 dibabak belur 2-7 oleh Perseru Serui, di Stadion Palaran, Samarinda Selasa (22/8/2017). Inilah prestasi buruk yang ditorehkan anak asuh Syamsuddin Batola dan Herman Rante.
Dari lima partai yang dilakoni, empat laga diantaranya gawang PSM U-19 jadi lumbung gol. Satu partai lainnya bermain seri 1-1 saat melawan Pusamania Borneo FC. Juku Eja Muda pun terdampar di dasar klasemen Grup 3.
Kekalahan lainnya mendera PSM U-19 saat bentrok kontra Persipura U-19, Jumat (18/8/2017. Mereka takluk 1-3. Sebelumnya, menyerah 2-4 dari Mitra Kukar U-19 dan 1-5 saat diladeni Persiba Balikpapan U-19.
Mantan pemain PSM, Faisal Maricar menilai lini pertahanan jadi titik kelemahan. “Buktinya, mereka kebobolan 20 gol dari 5 laga. Berarti kemasukan 4 gol disetiap partai. Itu artinya, semua harus dievaluasi, termasuk pelatih,” tegas mantan pemain PSIS Semarang ini.
Menurut Faisal, lemahnya PSM U-19 bukan karena mereka bermain di luar Makassar. Itu, kata dia, bukan alasan. Karena situasi yang sama juga dialami kontestan lain dan bermain bagus.
Faisal mencontohkan Persipura Jayapura U-19. “Mereka juga bermain di Samarinda, tapi hasilnya mereka bermain bagus. Saya melihat perekrutan yang dilakukan sudah salah sejak awal. Materi dan mental pemain sangat rapuh,” ungkapnya.
Kapten PSM senior, Hamka Hamzah pun melontarkan kritikannya. “Kalian semua, jangan besar kepala. Baru jadi pemain PSM U-19 sudah besar kepala, tidak jelas main bola. Apa itu. Kalah, seri, kalah. Bikin malu tim PSM,” tegas pemain bernomor punggung 23 ini melalui video yang diunggah akun instagram @sulsel_players sejak Minggu (20/8/2017).
Pelatih PSM U-19, Herman Rante mengakui kualitas materi pemain skuad asuhannya jauh dibanding empat tim lainnya. ‘’Dibanding tim lain, kulaitas pemain PSM U-19 memang jauh,” aku Herman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa malam.
Hasil ini membuat target PSM U-19 lolos ke 8 besar yang dipancangkan sejak awal harus dilupakan. Ya, kemampuan, stamina dan mental anak-anak PSM U-19 memang jauh di bawah skuad seniornya.
Di Liga 1 2017, Juku Eja besutan Robert Alberts hingga pekan ke-20 masih tetap bersaing di papan atas. Bahkan di putaran pertama sempat bertahan 14 pekan di puncak klasemen. Saat ini untuk sementara Hamka Hamzah dan kawan-kawan berada di posisi lima klasemen.
Penulis : Rill





