InfoSulsel.com, Makassar – Delapan pemain PSM Makassar U-19 yang berasal dari luar Sulawesi Selatan benar-benar terlantar saat ditemui di Mess Wirabuana, Jl. Amanagappa, Makassar, Jum’at (23/11/2018).
Tidak hanya gaji dua bulan terakhir yang belum dilunasi, kedelapan pemain yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Pekanbaru, Ambon, dan Mamuju tersebut hanya makan dua kali sehari.
“Kami hanya diberi makan dua kali sehari, siang dan malam, pagi tidak ada. Pemain asal Makassar sudah pulang semua dengan biaya pribadi, sedangkan kami mau pulang tapi tidak ada uang,” ungkap salah satu pemain PSM Makassar U-19, Roni saat ditemui.
Bahkan, menurut jebolan Akademi Bali United ini, saat tandatangan kontrak, Ia tidak boleh mengambil ataupun mendokumentasikan draft kontrak tersebut.
“Kami juga ke Makassar (dari NTT) menggunakan uang pribadi. Katanya akan dilunasi apabila lolos seleksi dan direkrut, tapi sampai sekarang belum diganti,” tuturnya.
Sementara itu, Indra yang merupakan agen sekaligus pelatih Roni di SSB NTT mengaku kecewa dengan perlakuan manajemen Juku Eja terhadap pemainnya.
“Kasihan anak-anak saya di PSM U-19, terlantar betul, makan susah, jersey diminta kembali. Kalau memang tidak dipakai lagi, bayar gaji dan pulangkan dengan baik-baik seperti di Bali United,” ungkap Indra saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari manajemen PSM Makassar ataupun manajer PSM Makassar U-19, Ali Gauli.(**)
Editor: Adriyan.





