INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo dijabwalkan akan meresmikan sistem pembayaran elektronik jalan tol dalam waktu dekat.
Direktur Teknik dan Operasional PT Jalan Tol Seksi Empat, Ismail Malliungan, menyampaikan kebijakan ini dikeluarkan oleh kementrian, termasuk di Makassar.
‘’Kami sebagai operator jalan tol juga telah menyatakan kesiapan untuk implementasi elektronifikasi pada ruas berbayar,” jelas Ismail.
Untuk diketahui mulai Oktober 2017 pembayaran di jalan tol akan dilakukan secara non-tunai. BI, Perbankan, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) siap mengimplementasikan elektronifikasi.
‘’Sosialisasi dan edukasi telah dilakukan secara intensif agar masyarakat memahami manfaat penggunaan Unik di tol.Kami telah melakukan Rapat Koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Perbankan, dan BUJT. Beberapa butir hasil pembahasan telah disepakati,” tambah Ismail.
Ia menlanjutkan perbankan menjamin ketersediaan kartu Unik selama implementasi E-Tol. “Termasuk untuk keperluan top up uang elektronik,” katanya.
Untuk top up, BI menjamin tidak ada pemungutan biaya. Tap cash dan top up tidak ada biaya tambahan. Pengguna tol hanya membeli kartu minimal senilai Rp 50 ribu dengan isi Rp 40 ribu, biaya kartu Rp 10 ribu.
Ketersediaan jumlah Unik Perbankan saat ini berbeda-beda. Bank Mandiri dengan e-Tol dan e-Money sebanyak 13 ribu keping, BNI dengan Tap Cash 7 ribu keping, BRI Brizzi 8,5 ribu keping, BCA Flazz 5 ribu keping, dan BTN B-Link 5 ribu keping.
Penulis : Wawan
Editor : Aril





