Makna Sumpah Pemuda Bagi 2 Pemain PSM

Wasyiat Hasbullah, pemain belakang PSM Makassar.(FOTO : ARIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia. Tak terasa pergolakan pemuda Indonesia yang kini jadi sejarah itu telah berusia 89 tahun.

Bagi dua pemain muda PSM Makassar, Wasyiat Hasbullah dan M Syaiful, 28 Oktober yang diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar menjadi sebuah acara seremoni belaka.

Bacaan Lainnya

‘’Ini adalah catatan penting perjalanan sejarah Indonesia, saat pemuda dan pemudi di negeri ini berikrar akan sebuah cita-cita berdirinya negeri ini. Perjuangan itulah yang harus diingat dan dijadikan sebagai motivasi untuk kita sebagai anak bangsa berbuat yang lenbih baik lagi. Tidak hanya sekadar seremoni setelah itu dilupakan,” kata kiper PSM, M Syaiful.

Kiper kelahiran 11 Juni 1993 yang meraih gelar Sarjana Pendidikan (SPd) di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM), Program Studi PGSD Pendidikan Jasmani (Dikjas), Januari 2016, ini mengatakan pemuda dan pemudi zaman dulu telah berjuang dan berkorban untuk hasil yang dinikmati saat ini.

‘’Karena perjuangan mereka kami bisa menjadi pesepak bola profesional. Kami bisa menikmati hasil dari jerih payah para pejuang. Karena itu hasil perjuangan pendahulu patut dihargai dengan cara yang beradab dan berkeadilan,” katanya.

Hal senada dikatakan Wasyiat Hasbullah. Bagi pemain kelahiran 25 Oktober 1994 ini mengenang perjuangan pemuda-pemudi Indonesia melalui hari Sumpah Pemuda 28 Oktober ia semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, khususnya sebagai seorang pemain sepak bola yang membela PSM Makassar.

“Kalau dulu perjuangan pemuda dan pemudi Indonesia berjuang mengangkat bambu runcing untuk meriah kemerdekaan, sebagai atlet di era kemerdekaan ini perjuangan kami bagaimana membawa tim kami bisa terus menjadi tim terbaik dan meraih juara,” sebut pemain bernomor punggung 4 yang berposisi sebagai pemain belakang di PSM ini.

Ya, saat ini Wasyiat dan Syaiful tengah berjuang membawa skuat Pasukan Ramang meraih gelar juara. Terakhir PSM menjadi kampiun Liga Indonesia musim 1999/2000. Selama 17 tahun itu pencinta PSM hasu akan gelar juara.

‘’PSM sudah 17 tahun tak pernah merasakan gelar juara. Melalui moment hari Sumpah Pemuda kami bertekad membawa PSM juara musim ini,” begitu tekad kedua pemain muda di PSM ini.

 

Penulis : Aril

Pos terkait