INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Persiba Balikpapan terbang ke Makassar tanpa melakukan persiapan khusus. Tapi, bukan berarti mereka akan menyerahkan tiga poin kepada tuan rumah PSM Makassar.
“Waktunya sangat mepet. Selesai lawan Barito Putra kami hanya istrahat satu hari besok langsung ke Makassar. Hanya empat hari untuk hadapi pertandingan berikutnya,” kata pelatih Persiba Heriyadi pada jumpa media, Senin (23/10/2017) siang.
Meski begitu Heriyadi mengaku siap menghadapi PSM dalam situasi apapun di Stadion Mattoanging pada pekan ke-31 lajutan Liga , Selasa (24/10/2017) sore. “Kami sadar PSM adalah tim bagus dan salah satu kandidat juara. Tapi dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Kami akan harus fight untuk mendapat hasil maksimal,” tegas Heriyadi.
Pelatih Beruang Madu ini juga optimis bisa mendapatkan hasil baik. Apalagi 18 pemain yang diboyong adalah komposisi terbaik dan sangat siap tempur. Kecuali Marlon da Silva de Moura tidak ikut dalam rombongan. Penyerang berkebangsaan Brasil ini ditinggal karena masih dalam proses pemulihan akibat cedera.
Heriyadi sadar tim besutannya itu kini tengah berada di zona tidak nyaman. Persiba Balikpapan saat ini di urutan 17 dengan 23 poin. Bandingkan dengan PSM yang berada di posisi tiga klasemen sementara dengan 58 poin.
“Semua pemain mau berjuang agar bisa lolos dari zona degradasi. Saya yakin kami bisa melakukan itu. Apalagi kami punya modal yakni motivasi tinggi dan kebersaan di lapangan yang terjalin dengan baik,” katanya.
Bek senior Persiba, Iqbal Samad, mengamini. Baginya empat partai sisa ini ibarat partai final. Semua wajib dimenangkan agar Persiba tetap berada di kasta tertingi kompetisis sepakbola tanah air. “Posisi kami ada di zona yang tidak aman. Jadi, mau lawan siapapun kuncinya kita harus selalu berjuang untuk meraih poin maksimal,” ujar Iqbal Samad yang mendampingi Heriyadi pada jumpa media.
Menghadapi tim papan bawah Pelatih PSM, Robert Alberts tak mau jemawa. Seperti Iqbal Samad, pelatih asal Belanda ini juga mengakui pertandingan besok akan menarik. Ia merujuk hasil seri saat PSM bertandang di putaran pertama. Hasilnya 2-2. “Besok jadi panggung untuk menunjukan hasil yang lebih baik dari hasil pertama yang lalu,” tutur Robert.
Robert tak ingin terpengaruh dengan absennya Marlon da Silva di pertandingan nanti. Baginya sebuah tim tidak terbentuk oleh satu orang pemain. “Balikpapan sudah menunjukan bahwa mereka selalu cetak bola. Serangan mereka bagus. Tanpa Marlo saya kira mereka tetap bagus,” jelas Robert.
Hamka Hamzah sepakat dengan sang mentor. Kapten PSM ini juga mengakui menghadapi Persiba akan menjadi pertandingan yang menarik dan menjadi salah satu laga penentu bagi perjalanan PSM menuju juara. “Dua tim ini sama-sama tengah berjuang. Balikpan berjuang agar keluar dari zona degradasi. Sementara PSM berjuang menuju jalur juara,” ujar Hamka.
Mantan kapten Arema Indonesia ini mengakui tidak mudah mengalahkan Persiba. Apalagi di putaran pertama PSM sempat ditahan imbang 2-2. Hamka sudah menegaskan kepada koleganya untuk tidak terpeleset di pertandingan ini. ‘’Semua pertandingan sisa adalah final. Lawan Persiba salah satu penentu langkah PSM selanjutnya. Karena itu kami harus menang,” tegas Hamka.
Foto & Naskah : Aril





