DIAmi Deklarasi, Pengurus NasDem Gerah

FOTO: ASRI SYAHRIL

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR- Bendahara Partai NasDem kota Makasar, Indira Mulyasari Paramastuti akhirnya tampil mendampingi calon walikota petahana Moh Ramdhan Pomanto pada deklarasi DIAmi di Anjungan City of Makasar, Rabu (22/11/2017) sore.

Sikap Indira yang dinilai merupakan sebuah perlawanan memantik amarah sejumlah pengurus NasDem. Ketua Bappilu Nasdem Makassar. Mario David, Ketua OKK, Mukhtar Juma dan Ketua Dewan Pertimbangan Surahman Tiri, pun angkat bicara.

Bacaan Lainnya

‘’Apa yang diberitakan selama ini di media bahwa Danny Pomanto mengambil salah satu kader kami sebagai wakilnya, ternyata benar. Olehnya itu kami harus mengambil sikap. Dan itu sudah kami lakukan  dalam rapat pleno yang diperluas,” ujar Mario di kantor DPRD Makassar, Rabu malam.

Menurutnya ada lima hal yang akan dievaluasi. Diantaranya terkait keanggotaan Indira Mulyasari sebagai kader.

Mario menyebut Indira telah melanggar AD/ART. Intinya  setiap anggota wajib menaati keputusan partai.

‘’Yang kedua status bendahara dihanulir. Artinya Indira bukan pengurus lagi di Nasdem,” katanya.

Ketua OKK, Mukhtar Juma menyebut sejak deklarasi itu berarti Indira melakukan perlawanan terhadap partai.

‘’Itu sudah jelas. Tanggung jawab saya menertibkan semua keanggotaan dan kaderisasi. Kalau ada anggota yang seperti ini sanksinya tentu dia harus mundur atau dimundurkan,” papar MJ, sapaanya.

Menurut MJ, pasca deklarasi Indira kader dan pengurus partai Nasdem tetap solid. “Kami tetap mendukung calon sesuai dengan Rakerda yakni Rachmatika Dewi sebagai calon wakil walikota dari partai nasdem,” katanya.

MJ menegaskan sejak deklarasi DIAmi, sejak saat itu pula secara defacto Indira bukan lagi kader Nasdem.  ‘’Namum secara dejure kami sementara mengusulkan stastus Indira untuk dipecat,”  ancam MJ.

Ia menegaskan kader  yang tidak disiplin pantas diberi sanksi. Tidak hanya Indira, siapapun kader. Namun keputusan akhir ada pada DPP.

“Kami di DPC hanya mengusulkan ke ke DPW. Selanjutnya DPW akan mengadakan rapat pleno harian lalu dilanjutkan ke DPP.  Keputusan akhirnnya ada pada DPP,” jelas Mario

Jauh sebelum Indira mendeklarasikan diri mendampingi Danny Pomanto, Nasdem telah merekomendasikan Rachmatika Dewi sebagai calon walikota atau wakil walikota Makassar di  Pilwali 2018.

Majunya Indira mendampingi Danny membuat pengurus Nasdem gerah.  Nasdem Makassar langsung menggelar rapat yang diperluas di Sekretariat Nasdem Makassar, Rabu malam pasca deklarasi DIAmi. Keputusannya, Indira diusulkan dipecat sebagai kader Nasdem.

Namun Indira tidak gentar dengan ancaman pemecatan dirinya. “Saya siap menerima segala risiko yang akan terjadi, dipecat sekalipun,” tegas Indira kepada media di rumah jabatan Walikota usai deklarasi.

 

Penulis : Desy

Editor : Aril

Pos terkait