Program e-Panrita Sulsel Dilirik DPRD Kalbar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Panitia Khusus (Pansus) penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pendidikan Menengah dan Khusus DPRD Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Sulsel, Kamis (2/11/2017).

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakil ketua DPRD Kalbar, Suma Jenny Heryanti dan Ketua Pansus Ranperda Pendidikan Menengah dan Khusus Bong Cin Neng diterima langsung oleh Asisten II Pemprov Sulsel, Muh Firda dan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut Pansus Ranperda DPRD Kalbar ini mencari data pembanding tentang penyelenggaraan pendidikan di Sulsel dan Kalbar. Termasuk perda yang mengatur pendidikan menengah di Sulsel.

Wakil ketua DPRD Kalbar, Suma Jenny Heryanti mengtaakan selama ini program pendidikan disulsel telah menjadi rujukan sejumlah daerah lain. Dia juga memberikan apresiasi ata pelaksaan pendidikan di Sulsel selama ini yang mampu meningkatkan mutu pendidikan lebih baik.

“pendidikan disulsel tidak hanya menotong di kota, namun hingga pada pelosok desa,” kata Suma Jenny.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menjelaskan pelaksanaan pendidikan menengah di Sulsel dengan memanfaatkan teknologi dan informasi. Salah satunya melalui aplikasi e-Panrita.

“Kita buat e Panrita, agar bisa melakukan pengawasan dan pengendalian sampai tingkat satuan sekolah. Ada banyak fitur dalam aplikasi ini, mulai absensi guru dan murid, sampai e learning,” kata None panggilan akrab Irman Yasin Limpo.

Sementara itu, Ketua Pansus Ranperda Pendidikan Menengah dan Khusus DPRD Kalbar Bong Cin Nen ikut mengapresiasi pelaksanaan pendidikan menengah di Sulsel. Terlebih pelimpahan kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi berjalan baik.

“Banyak inovasi baru yang patut kita sadur di Kalbar. Termasuk draft perda yang sudah ada akan kami pelajari dan aplikasikan dalam perda yang kami susun,” sebutnya.

Untuk itu pihaknya berharap Dinas Pendidikan Kalbar segera mengaplikasikan pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pengelolaan pendidikan. Seperti yang telah dilakukan di Sulsel.

“Kami termotivasi dengan pengelolaan pendidikan di Sulsel, sudah begitu apitk diatur. Bahkan sampai pada perlindungan peserta didik,” tutupnya.

 

Penulis: Herman

Editor: Anwar

Pos terkait