INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD kota Makassar, Adi Rasyid Ali menyelamatkan nyawa seorang bocah berusia 2 tahun, korban banjir yang dalam kondisi lemas akibat muntah-muntah sejak pagi hingga sore.
Balita ini langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan melintasi banjir setinggi 1 meter lebih menggunakan mobil off road, Sabtu (23/12/2017) sore
Saat itu ARA, sapaannya, baru saja melaksanakan Shalat Ashar di Masjid Jabal Nur. Masjid ini tempat penampungan korban dampak banjir bagi warga Blok 8 dan blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Ia datang untuk membawa bantuan.

Menurut Ketua RW 11 Kelurahan Manggala,, Maswan, korban yang terkena dampak banjir di wilayahnya totalnya 1.180 orang. Mereka ditampung di Masjid Jabal Nur. Di tempat penampungan sementara ini ada 30 Kepala Keluarga (KK) atau 138 jiwa korban banjir yang masih bertahan. Mereka menempati masjid ini sejak Rabu (19/12/2017).
Saat berbincang-bincang dengan para korban banjir ARA melihat seorang ibu yang menggendong seorang bocah laki-laki tengah gelisah. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makassar ini lalu menghampiri ibu berambut pendek itu. Ia menanyakan kondisi anaknya. Ternyata bocah itu dalam keadaan sakit.
Tanpa banyak tanya lagi ARA langsung mengajak ibu bernama Hajrah itu naik ke mobil dan mengantarnya ke Puskesmas Antang.
Dari 138 pengungsi yang tersisa, ada puluhan balita. Salah satu diantaranya Azka. Usianya dua tahun. Sejak Sabtu dinihari bocah laki-laki ini muntah-muntah. Tubuhnya terlihat kurus dan lemas. Wajahnya pucat. Matanya pun sayu.

Menurut Hajrah ibu sang bocah, sejak Sabtu dinihari putra bungsunya itu sudah belasan kali kali muntah. Ia memang sudah diberi obat oleh tim medis di pos pengungsian. Namun kondisi anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Johansua dan Hajrah ini tidak ada perubahan.
Sejak pagi tim medis hendak membawanya ke Puskesmas Antang. Namun akses jalan susah ditembus oleh kendaraan. Rencana itu pun urung dilakukan.
Sebenarnya ada mobil warga yang terparkir. Hanya sejak banjir melanda kawasan ini , beberapa mobil hanya terparkir. Kalau dipaksakan, juga percuma. Sebab mobil dipastikan mogok di tengah jalan.
Di luar pun relawan Tim SAR Unhas yang hendak membawa obat ke tempat penampungan sempat tertahan. Sebab tak ada satu pun mobil yang berani menembus banjir menuju lokasi penampungan. Maklum sampai Sabtu sore kemarin air masih setinggi dada orang dewasa. Arus air juga sangat kencang. Di lokasi ini tak ada satu pun perahu karet.
Para relawan baru bisa menembus banjir setelah ikut menumpang bersama rombongan ARA yang datang menggunakan mobil jeep hartop. Mobil berwarna orange Ini memang khusus kendaraan off road. Di luar kesibukannya sebagai wakil rakyat ARA biasa menyalurkan hobbynya di olahraga ekstrim.
Ada tujuh orang relawan mengenakan pelampung orange ikut menumpangi mobil ini. Mereka duduk di atas cap jeep keluaran tahun 1986 milik politis Partai Demokrat itu.
ARA sendiri berpindah duduk di atas cap mesin mobilnya. Sebab ada beberapa warga yang diangkut di mobil bernomor polisi DD 4 RA itu. Mereka diangkut di tengah jalan karena nekad menembus banjir dengan berjalan kaki.
Menggunakan mobil yang biasa digunakan di medan ekstrim itu, ARA memboyong bocah tersebut menuju Puskesmas Antang. Dari masjid ke puskesmas jaraknya sebenarnya cukup dekat. Hanya sekitar 3 sampai 4 Kilometer (KM).
Jika kondisi normal, waktu yang ditempuh bisa 10 menit. Namun jalan yang dilalui masih tergenang banjir. Tingginya sampai dada orang dewasa. Arus air juga cukup deras.
Ini yang menghambat proses evakuasi. Akibatnya waktu tempuh ke puskesmas hampir memakan waktu 1 jam. Apalagi beberapa kali mobil yang ditumpangi nyaris terperosok ke selokan. Sebab jalannya berlubang-lubang akibat banjir.
Mobil jeep itu juga melaju cukup hati-hati. Apalagi ditumpangi 18 orang. Ada yang duduk di atas atap mobil, ada juga yang bergelantungan di kiri dan kanan body mobil. Empat orang lainnya duduk atas cup mesin mobil. Selebihnya di dalam. Idealnya, mobil ini hanya bisa memuat enam orang saja.
Tiba di Puskesmas sekitar pukul 17.00 Wita. ARA membopong bocah yang sudah lemas itu ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD), diikuti ibu sang bocah dan dua orang kerabatnya.
‘’Untung tim medis di Puskesmas Antang stand by 24 jam. Bocah ini langsung ditangani oleh beberapa perawat,” kata ARA yang salut dengan kesigapan para tim medis di puskesmas ini.
Hajrah yang kondisinya juga agak lemas hanya bisa terdiam menatap putra bungsunya yang tengah terbaring ditangani perawat. Wajahnya sedih.
ARA yang ditemani tiga kader Partai Demokrat yang ikut dalam rombongan ini lalu pamit. Sebelum meninggalkan ruang UGD wartawan INFOSULSEL.COM yang ikut dalam misi sosial ini menyaksikan ARA memberikan beberapa lembar pecahan rupiah saat menjabat tangan ibu sang bocah.
‘’Bu, tabe. saya minta maaf tidak bisa lama-lama. Saya pamit dulu. Soalnya masih ada beberapa lokasi banjir yang mau kami kunjungi,” ujar ARA saat menjabat tangan ibu ini.
Hujan deras yang tak henti-hentinya turun beberapa hari terakhir ini membuat sebagian kawasan di kota Makasar terendam banjir. Ribuan warga terpaksa mengungsi. Kawasan yang terkena banjir parah lainnya di Makasar juga terjadi di Paccerakkang, Kompleks Kodam III, Romang Tangaya, dan Swadaya di Kecamatan biringkanayya. Tiga titik ini memang tiap tahun menjadi langganan banjir.
Penulis : Asri Syahril





