INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ibarat sebuah kendaraan umum, Appi-Cicu akan membawa kendaraan kosong tanpa penumpang.
Seperti itulah sejumlah kader partai yang didirikan tokoh reformasi yang dikenal vokal, Amin Rais mengibaratkan PAN di Pilwali Makassar.
Mengapa tidak. Meski elite partai berlambang matahari terbit itu telah resmi mengusung Appi-Cicu di Pilwali Makassar 2018 namun arus bawah tak seirama dengan keputusan partainya. Gejolak pun muncul. Bahkan mereka terang-terangan menentang keputusan tersebut. Para kader bertekad tetap solid mendukung pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) tanpa pamrih.
Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Ahmad Pasima, misalnya. Bersama kader lainnya mereka mengaku belum bisa menerima keputusan DPP PAN yang tiba-tiba mengalihkan dukungan ke bakal calon lain.
Apalagi Appi sama sekali tidak mengikuti proses penjaringan yang dilakukan DPD dan DPW PAN.
“Appi itu direkomendasikan tidak melalui mekanisme. Appi tidak pernah mendaftar sebagai kandidat usungan di Pilwalkot. Ia diusung melalui cara-cara instan setelah berhasil membujuk dan mempengaruhi DPP atas bantuan elit PAN Sulsel di nasional. Ini permainan kelas atas,” kata Ahmad Pasima kepada Wartawan, Jumat (15/12/2017).
Menurutnya, rekomendasi PAN hanya sebatas formalitas saja. Hanya sekadar simbol mereka mengendarai PAN.
‘’Itu hanya simbol mereka mengendarai PAN, namun penumpangnya dalam hal ini kader-kader PAN tidak akan ikut dalam kendaraan itu. Kami mengibaratkan Appi-Cicu membawa kendaraan kosong tanpa penumpang. Ini sama halnya yang terjadi di Pilgub Sulsel,” ungkap Ahmad.
Ia bersama kader lainnya menegaskan hanya akan berjuang memenangkan pasangan DIAmi, “Komitmen kami hanya ingin memenangkan DIAmi, kerja-kerja politk kader, anggota dan partisipatisan PAN hanya untuk DIAmi, meski partai merekomendasikan pasangan lain,” tegas Ahmad.
Meski demikian, dia mengaku bahwa pihaknya tidak akan mengambil langkah yang bisa menciderai partai.
Dikatakannya, PAN adalah partai dengan tagline ‘politik tanpa gaduh’. Sehingga, sekalipun ada polemik akan diselesaikan dengan wait and see.
“Kita kita harga keputusan DPP, meski ini sangat pedis bagi kami. Kami menghindari politik gaduh, Kalau ada sanksi tidak jadi masalah. DPP juga akan mengerti bahwa DIAmi adalah kandidat yang layak untuk diperjuangkan atas kerja-kerjanya membangun Makassar,” tandas Ahmad.
Penulis : Desy
Editor : Asri Syahril





