INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, memuji soliditas dan semangat warga Kelurahan Karuwisi Utara dalam memperjuangkan masa depan Kota Makassar.
Danny, sapaan kandidat calon walikota Makassar Nomor urut 2 menegaskan hal itu saat menghadiri undangan warga Kelurahan Karuwisi Utara untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, Senin (12/3/2018).
Danny mengaku kaget melihat antusiasme warga yang begitu besar. Apalagi undangan ini atas inisiatif warga. Khusus untuk Kelurahan Karuwisi Utara, Danny menilai mereka sangat terstruktur dalam berkonsolidasi.
“Masyarakat mengundang saya dengan partisipasi sangat tinggi. Mereka punya kepercayaan sangat besar, termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Jujur saya kaget melihat warga yang begitu antusias menyambut saya,” ungkap Danny.
Karena itu ia berjanji tidak akan mengecewakan warganya itu jika kelak kembali memimpin kota Makassar periode 2019-2024.
‘’Insya Allah saya tidak akan pakassirikki. Mari kita bersama-sama berjuang agar Makassar tidak mundur lagi,” tegas Danny di hadapan ratusan warga.
Danny mengakui perjuangan dan pergerakan warga Karuwisi Utara sangat terstruktur. Itu dapar dilihat dengan adanya Menara Hunter yang dibentuk oleh warga. Bagi Danny, ini modal bagus untuk percepatan pembangunan Makassar ke depannya. Karena struktur masyarakat terbentuk secara informal.
“Di sini ada Menara Hunter. Biasanya Menara sampai Bombardir saja. Artinya mereka terstruktur. Mereka sadar bahwa mengonsolidasikan diri dalam struktur yang baik akan membuat orang bekerja lebih efektif dan efisien,” papar Danny.
Lukman, mengatakan, mayoritas penduduk di wilayah itu memang pendukung pasangan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi). Mereka mendukung bukan tanpa alasan, tetapi karena warga sudah merasakan langsung manfaat dari program yang dicanangkan Danny pada periode pertama.
Lukman juga membenarkan pernyataan Danny, bahwa saat ini kemajuan Makassar sudah terbukti, bahkan beragam penghargaan telah diraih, tapi belum seluruhnya bisa merasakan kemajuan tersebut.
“Bagus mi memang, misalnya lorong, sekarang cantik mi. Cocok juga yang dibilang pak Danny masih ada juga lorong yang belum menjadi lorong garden. Tapi kami sadar semuanya butuh proses. Makanya kita dukung DIAmi, supaya program-program sebelumnya bisa dilanjutkan,” harap Lukman.
Penulis Asril





