Kolom Kosong Menang Telak di TPS Danny Mencoblos

Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan istri, Indira Jusuf Ismail memperlihatkan jarinya yang bertinta usai melakukan pencoblosan. Di TPS Danny mencoblos Kolom Kosong menang telak. (FOTO: ADRIYAN)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Kolom Kosong menang telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mencoblos di TPS 01, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Rabu (27/6/2018).

Setelah dilakukan perhitungan suara dari 243 surat suara di TPS ini,  hasilnya Kolom Kosong menang telak dengan perolehan 197 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 1, Munafri Arifuddin dan Rahmatika Dewi, hanya dipilih 42 orang. Empat surat suara lainnya dinyatakan batal.

Bacaan Lainnya

Sementara itu hasil hitung cepat atau quick count Pilwali Makassar oleh beberapa lembaga, menempatkan kolom kosong mengungguli pasangan Appi-Cicu.  Menanggapi hal ini  mantan calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menyebut kemenangan ini merupakan sejarah baru di Indonesia.

“Alhamdulillah dua quick count mengunggulkan Kolom Kosong. Artinya kemenangan Kolom Kosong akan mencetak sejarah di Pilkada Indonesia. Saya pikir ini pertama kalinya di kota besar. Rakyat bisa menang dengan people power,” kata Danny kepada wartawan di kediaman probadinya, Jalan Amirullah, Rabu (27/6/2018).

Danny menghimbau masyarakat pendukungnya untuk tidak euforia berlebihan.

“Tidak ada usah pawai. Mari kita jaga ketertiban dan menjaga perasaan orang lain. Apalagi secara resmi belum ada penetapan KPU. Prosesnya masih ada 10 hari untuk mengkroscek real count,” ujarnya.

Danny juga menganggap hasil sementara Pilwali Makassar ini sebagai pembelajaran bagi kita semua, dimana jika rakyat bersatu tak terkalahkan.

”Kemenangan ini kemenangan rakyat, dan saya kira tidak ada yang kalah di sini. Kita semua menang karena Kolom Kosong itu milik rakyat, penjelmaan dari perjuangan rakyat,” katanya.

Penyelenggaraan Pilkada Serentak, Rabu 27 Juni 2018 diikuti 171 daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut ada 16 daerah yang hanya diikuti calon tunggal.

Ke 16 daerah tersebut adalah Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Sumatera Utara), Kota Prabumulih (Sumatera Selatan), Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang (Banten).

Kemudian, di Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan), Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara), Kabupaten Mamasa (Sulawesi Barat), Kabupaten Memberamo Tengah dan Kabupaten Puncak, Kabupaten Jayawijaya (Papua). Selanjutnya tiga kabupaten kota di Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Enrekang dan kota Makassar.

 

Penulis Asri Syahril

Pos terkait