INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Bulan Ramadhan membawa berkah bagi pengrajin pengrajin keranjang parcel. Permintaan keranjang khusus yang berbahan dasar rotan di Makassar meningkat. dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Berkah bulan Ramadhan ini membuat pengrajin dapat tersenyum. Sebab banyak pengrajin yang sudah mendapat pesananan sebulan sebelum memasuki bulan Ramadhan.
“Pesanan datang tidak hanya dari Makassar saja. Ada juga dari provinsi tetangga seperti Mamuju (Sulbar), dan Kendari (Sultra). Bahkan ada juga pesanan dari Manado (Sulut),” kata Daeng U’ding (48) salah satu pengrajin keranjang parcel di Jalan Rajawali.
Sejak pekan pertama Ramadhan, U’ding sudah mengirim dan menerima orderan. Hanya saja pesanan tahun ini diakuinya turun sekitar 30-an persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Hal senada dikatakan Utta, penjual sekaligus pengrajin keranjang parcel di Jalan Kandea ini juga mengaku pesanan tahun ini juga menurun. Ayah empat anak ini hanya melayani pesanan terbesar dari Makassar dan beberapa daerah di Sulsel. Diantaranya Sunguminasa, Gowa, Palopo, Parepare dan Sengkang.
‘’Tahun lalu saya masih melayani permintaan dari luar Sulsel seperti Kendari, Mamuju bahkan dari Manado. Sekarang saya hentikan dulu,” ujarnya.
Menurut Utta, selain bahan bakunya yang makin mahal, permintaan juga makin berkurang. Namun dibanding bulan-bulan biasa, permintaan keranjang parcel di bulan Ramadhan cukup meningkat.
Utta, Udin dan penjual keranjang parcel menjual produknya dengan harga bervariasi. Harganya sesuai bentuk dan ukurannya serta tingkat kesulitannya. Sebagai gambaran keranjang parsel model kodok dijual Rp25 ribu – Rp35 ribu per buah.
“Sedangkan harga keranjang parsel model bertingkat harganya mulai Rp35 ribu – Rp75 ribu per buah. Harga termahal bisa sampai Rp 250 ribu,” katanya.
Sementara itu, pengrajin keranjang parsel lainnya, Abidin mengatakan, meningkatnya permintaan keranjang parsel rotan pada bulan Ramadhan memaksa ia menambahkan karyawan lepas.
Dalam kondisi normal ia mempekerjakan lima orang tukang rangkai. Namun pada saat Ramadhan ia menambah buruh tiga sampai lima orang.
“Bahkan bisa sampai 15 orang. Tergantung pesanan. Ini untuk mempercepat pesanan. Biasanya dari luar kota ada pesanan satu sampai dua truk dalam sepekan. Itu yang membutuhkan buruh lepas,” katanya.
Abidin tidak hanya membuat keranjang parcel. Ia juga menjadi penampung dari sejumlah pengrajin keranjang parcel yang ada di Makassar untuk selanjutnya dipasarkan ke sejumlah toko dan untuk memenuhi pesanan.
Penulis : Asri Syahril





