API Asian Games ke 18 di Makassar disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang. Sumpah setia seorang prajurit berbaju adat Bugis menambah sakralnya prosesi penyerahan api abadi yang diambil dari India dan dipadukan dengan api abadi dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.
INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Meski baru saja berjalan kaki dalam barisan Kirab Obor (Torch Relay) Asian Games 2018, Menteri Sosial, Idrus Marham tidak terlihat lelah. Di kawal ketat ratusan orang Idrus tiba di pelataran Anjungan City of Makassar.
Wajahnya serius. Di tangannya ada lentera api. Tiba-tiba Idrus Marham ‘dihadang’ seorang pria bertubuh tinggi besar sebelum menyerahkan api Asian Games kepada Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Di tangan lelaki itu sebilah badik siap ‘dihunus’. Ia mengenakan baju adat Bugis Makassar, berwarna merah darah dipadu sarung warna senada dengan corak kotak-kotak. Kepalanya ditutupi pasappu, tutup kepala khas Bugis Makassar yang memiliki makna falsafah yang mendalam.
Lelaki itu lalu menunduk di hadapan Idrus Marham. Ia mencabut badik di pinggangnya. Dengan suara lantang ia mengucapkan ikrar, supah setiap seorang prajurit.
Ata karaeng,
Tabe’ kipammopporang mama’
Ri dallekang labbiritta, ri sa’ri karatuanta, ri empoang matinggita
Inakke minne, karaeng Lambara’ tatassa’la’na Gowa
Nakareppekangi sallang karaeng. Pangngulu ri barugayya
Nakatepokangi sallang karaeng. Pasorang attangnga parang
Inai-inaimo sallang karaeng
Tamappattojengi tojenga, Tamappiadaki adaka
Kusalaagai sirinna, kuisara parallakkenna
Berangja kunipatebba, pangkulu’ kunisoeyyang
Ikau anging karaeng, naikambe lekok kayu
Mirikko anging namarunang lekok kayu
Iya sani madidiyaji nurunang
Ikau je’ne’ karaeng, naikambe batang mammayu
Solongko je’ne’ namammayu batang kayu
Iya sani sompo bonangpi kianyu
Ikau jarung karaeng naikambe banning panjai’
Ta’leko jarung namminawang bannang panjai’
Iya sani lambusuppi nakontu tojeng
Makkanamamaki mae karaeng naikambe mappa’jari
Mannyabbu’ mamaki karaeng naikambe mappa’rupa
Punna sallang takammaya aruku ri dallekanta’
Pangkai jerakku, tinra’bate onjokku
Pauwang ana’ri boko, pasang ana’tanjari
Tumakkanayya’ karaeng natanarupai janjinna
Sikammajinne aruku ri dallekanta
Dasi nadasi nana tarima pa’ngaruku
Salama’
‘Penghadangan’ lelaki bertubuh tinggi besar ini bukanlah bermaksud ingin mencederai Mensos Idrus Marhan. Ini salah satu ritual Angngarru, dalam menyambut tamu-tamu kehormatan. Ritual ini menyampaikan makna simbolis kalau tamu yang berkunjung akan dijamin keselamatan dan kenyamanannya selama berada di Makassar.
Seperti itulah obor api Asian Games disambut di Makassar, Ahad (29/7/2018). Disambut bak pahlawan yang baru pulang dari medan perang. Ribuan orang tumpah di jalan. Pelajar berbaris di pinggir jalan, mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil. Drum band taruna pelayaran makin menambah semarak seremoni penyambutan api tersebut.
Api abadi dari India itu dibawa dengan perlakuan khusus. Tak boleh padam hingga dinyalakan pada pembukaan Asian Games ke-18 pada 18 Agustus 2018 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Dari Bulukumba, Ahad pagi, api dibawa melalui jalur laut menggunakan kapal Phinisi. Siangnya, obor api Asian Games 2018 tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta (Soeta), Makassar.
Penjabat Gubernur Soni Sumarsono menyerahkan api yang masih dalam tinder box kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji untuk dibawa berlayar menggunakan kapal KRI Dewaruci menuju Dermaga Lantamal VI Makassar.
Obor api ini dibawa keliling Makassar secara estafet. Ribuan masyarakat menyambut Torch Relay. Sore harinya dari Dermaga Lantamal VI api kemudian diserahkan ke Menteri Sosial Idrus Marham.
Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ikut berjalan kaki. Di Anjungan Pantai Losari Idrus Marham menyusul membawa api dan diserahkan ke Danny Pomanto untuk selanjutnya diserahkan kepada Muh Ridwan, atlet lari Marathon untuk diarak ke Rujab Gubernur Sulsel.
Ada 20 pembawa obor. Diantaranya sepuluh mantan atlet, lima orang dari pihak sponsor, termasuk seorang artis Daniel Mananta ikut berpartisipasi.
“Para atlet secara estavet berganitan setiap 500 meter jalan yang dilewati. Saya ikut juga membawa obor itu. Di depan kantor Pelni giliran saya yang membawa sampai ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,” jelas Danny Pomanto.
Sebelum ke Rujab Danny menerima obor dari atlet panahan, Kusumawardani.
Danny yang juga mantan atlet sofball itu berlari yang membawa obor menuju pekarangan Rujab Gubernur. Ia beberapa kali dihadang warga untuk berselfie.
Danny kemudian menyerahkan obor kepada Soni Sumarsono untuk selanjutnya diserahkan lagi ke Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Dari kota Makassar api Asian Gemas selanjutnya diterbangkan ke kota Banjarmasin, Senin (30/7/2018).
Penulis : Sri Syahril





