INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Kunjungan kerja Presiden Indonesia Joko Widodo ke Sulsel dimanfaatkan oleh Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono untuk melaporkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang telah berlangsung.
Soni saat memberikan sambutan saat acara penyerahan 5000 sertipikat di Kota Parepare mengatakan apa yang selama ini dikhawatirkan soal Pilkada di Sulsel terbukti tak terjadi. Menurutnya selama ini Pilkada di Sulsel masuk dalam kategori merah.
“Provinsi ini berbeda dari yang kita bayangkan dan yang terjadi. Pada pilkada lalu, kami laporkan Pak Presiden, semua berjalan aman dan lancar. Alhamdulillah, tidak satu pun kejadian siginifikan,” katanya.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini menyebutkan Pilkada yang damai dan aman tercipta berkat budaya Bugis-Makassar yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Termasuk sikap kekeluargaan dan kebersamaan selama pelaksanaan Pilkada, baik Pilgub maupun pilkada di 12 kabupaten-kota.
“Itu yang jadi acuan kita, masyarakat bisa mengorangkan orang. Saya mengucapkan terima kasih, karena kita mampu memenuhi keinginan Pak Presiden soal Pilkada yang damai,” lanjutnya.
Menanggapi laporan ini, Presiden Jokowi kembali mengingatkan masalah persatuan dan kesatuan. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang besar dengan 714 suku yang berbeda.
“Pilih pemimpin kita, tapi jangan sampai karena pemilihan bupati, gubernur dan presiden, kita jadi tidak rukun. Rugi besar kita. Pilih pemimpin paling baik, coblos dan rukun,” ungkapnya.
“Masyarakat itu sering dikompor-kompori politikus. Tapi saya senang, sekarang masyarakat semakin matang, semakin dewasa. Bisa bedakan, mana politik, mana yang bukan, mana pemimpin yang baik, mana yang bukan,” pungkasnya.
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





