INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— DPRD Kota Makassar akan melakukan kunjungan di Sekolah Menengah Pertama perihal hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2018.
Hal itu lantaran, masih ada sejumlah orangtua siswa yang memaksakan anaknya masuk di sekolah negeri meski PPDB telah selesai dilaksanakan.
“Setiap sekolah itu menerima siswa sesuai kuota. Sistem PPDB Online ini tidak bisa dimanipulasi. Jika ada indikasi itu terjadi maka pihak sekolah sudah mengetahui konsekuensinya dan bisa kena pidana,” terang Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Sampara Sarip.
Untuk itu lanjutnya, pihaknya akan melakukan kunjungan di sekolah mana yang dilaporkan oleh masyarakat perihal PPDB 2018, dan menunggu laporan dari Dinas Pendidikan mengenai jumlah kouta di sekolah sudah terpenuhi atau justru kekurangan.
“Nanti kita lihat, sekolah mana yang akan kita datangi. Tapi yang pasti sekolah yang dikeluhkan oleh masyarakat akan kita utamakan untuk ditinjau langsung, sambil menunggu laporan resmi dari Disdik sekolah mana saja yang kuotanya sudah terpenuhi dan yang belum,” ujarnya.
Sementara, anggota Komisi D lainnya, Mudzakkir Ali Djamil menilai, sangat kecil kemungkin terjadi kecurangan pada sistem PPDB Online
“Kami juga belum terima keluhan atau laporan soal itu, tapi yang jelas kita akan tindaki jika ada Kepsek yang bermain ,” tandasnya.(*/yud)
Editor: Yudhi





