INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Pasangan Prof Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) yang baru saja ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel oleh KPU Sulsel, menegaskan proyek Center Point of Indonesia (CPI) di Jl Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel tetap akan dilanjutkan.
‘’Tapi harus di audit dulu karena menggunakan uang rakyat. Termasuk mega proyek lainnya yang ada di Sulsel. Apakah sudah sesuai anggaran dengan yang masuk disitu dengan fisik yang ada,’’ tegas gubernur yang terpilih pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu itu.
Penegasan itu disampaikan Prof Andalan, usai KPU Sulsel menggelar Rapat Pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur di Hotel Maxone, Jalan Taman Makam Pahlawan, Makassar, Kamis (26/7/2018) malam.
Menurut Nurdin, pada proyek CPI ada menggunakan APBD Sulsel. Tetapi proyek tersebut dikomersilkan. Terkait dilanjutkan atau tidak, Nurdin kembali menegaskan proyek CPI untuk tidak diambil alih dulu.
‘’Ini harus jelas semuanya. Makanya harus di clearkan dulu. Tetap diproritaskan karena ada aset Pemprov Sulsel di dalamnya. Juga harus dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.
Nurdin mengaku memiliki sejumlah data terkait mega proyek CPI. Karena itu sebelum menentukan sikap ia berencana akan bertemu dengan semua pihak yang terkait dalam proyek ini.
‘’Soal CPI ini, kita harus ketemu semua. Karena saya punya data. Ada banyak pihak yang punya lahan yang sekarang menuntut,” ungkap Bupati Bantaeng dua periode ini.
Terkait kelanjutannya, Nurdin mengaku akan memprioritaskan program atau janji-janjinya pada masa kampanye dulu
“Program para kandidat yang bagus kita akan akomodir. Stadion juga kita himpun semua. Jadi saya akan bicara langsung ke pemerintah pusat karena kita wakil dari presiden, perpanjangan tangan di daerah tentu saya akan laporkan. APBD kita segini, maka proyek yang dibangun kami minta bantuan agar diselesaikan secepatnya,” katanya.
Penulis : Asril





