InfoSulsel.com, Makassar – CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengharapkan adanya monitoring terhadap wasit yang bertugas di liga Indonesia setelah merasa sangat dirugikan oleh wasit Rully Ruslin yang memipin pertandingan Juku Eja melawan Borneo FC.
“Selalu ada keuntungan yang diberikan kepada tuan rumah (Borneo FC), hal seperti itu harus ditekan PSSI. Semoga ada monitoring terhadap wasit, jangan sampai muncul stigma buruk terhadap wasit Indonesia,” ungkap Munafri.
Appi sapaan akrabnya, berharap ada evaluasi wasit apabila ada klub yang mengirimkan laporan dan meresponnya dengan cepat. Ia juga meminta agar wasit yang memimpin pertandingan memiliki kualitas karena telah banyak klub yang dirugikan akibat buruknya sang pengadil.
“Wasit adalah pengadil satu-satunya di lapangan dan tidak ada yang mampu melawannya. Jadi harus ada yang mengontrol dan mengevaluasi wasit agar tidak berbuat semena-mena,” ucap Appi.
Pria kelahiran 20 September 1975 ini bahkan menyarankan untuk mengadakan sistem promosi dan degradasi wasit seperti apa yang dialami klub kontestan Liga 1 dan Liga 2.
“Sama dengan klub, wasit juga boleh lanjut (memimpin di Liga 1) atau harus turun ke Liga 2 untuk memperbaiki (diri). Wasit harus dinilai performanya, bagaimana kesalahannya, dan bagaimana melihat keadaan di lapangan,” tutup Appi.
PSM Makassar memang sangat menyoroti wasit Rully Ruslin yang terkesan membiarkan pemain Borneo FC bermain kasar tanpa mengganjar kartu. Bahkan pemain hingga ofisial kedua kesebelasan sempat bersitegang yang membuat pertandingan terhenti.(*)
Editor: Adriyan.





