InfoSulsel.com, Makassar – Giat Operasi Pekat Lipu dari Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) laptop di salah satu sekolah menengah negeri, Rabu (12/12/2018).
Hal ini berawal saat korban yakni AG (44) yang merupakan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Makassar, menyimpan sebuah laptop di laci meja, di mana laptop tersebut merupakan milik sekolah.
Namun, keesokan hari saat dirinya masuk ke dalam ruangannya, Ia mendapati kondisi laci miliknya terbongkar dan laptop yang disimpannya juga ikut menghilang.
Korban pun sadar kalau laptopnya telah digasak oleh maling. Tidak terima hal tersebut, korban pun melaporkan kejadian tersebut di Polsek Bontoala.
Kepolisian dari Polsek Bontoala yang dipimpin oleh Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim), Iptu Bahtiar, segera melakukan pemeriksaan dan mencari identitas dari pelaku pencurian tersebut.
“Mendengar hal tersebut, kami dari Polsek Bontoala langsung menuju lokasi mencari keterangan saksi-saksi, lalu berhasil menemukan identitas dari pelaku,” papar Iptu Bahtiar.
Dari hasil pemeriksaan, identitas pelaku pun ditemukan yang tak lain adalah FD (38) security dari sekolah tersebut.
Saat berusaha menjual laptop hasil curiannya, pelaku dikagetkan dengan kedatangan tim dari Polsek Bontoala yang meringkus dirinya dan turut pula mengamankan seorang penadah.
Saat hendak dibawa menuju Polsek Bontoala, FD berusaha kabur dengan cara mendorong anggota kepolisian. Petugas pun bertindak tegas dengan menembakkan timah panas ke arah betis pelaku.
Selanjutnya, FD diboyong ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk penanganan medis. Setelah itu, pelaku dan penadah beserta barang bukti berupa satu unit laptop merk Asus 14 inchi warna merah dibawa menuju Polsek Bontoala guna proses hukum lebih lanjut.
Penulis: Rhenno | Editor: Adriyan





