HIMA AK FE UNM Gelar Accounting Fest

Suasana pembukaan Accounting Fair 2017 di Gedung Auditorium Amanagappa UNM.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (HIMA AK FE UNM) untuk pertama kalinya menggelar kegiatan kolosal Accounting Fest, Jum’at (15/2/2019) hingga Minggu (17/2/2019).

Mengangkat tema “Peran Akuntan di Era Revolusi Industri 4.0” Accounting Fest merupakan program kerja yang terdiri dari tiga item kegiatan yakni Accounting Fair (AF), Pekan Dinamika Akuntansi (Pedati), dan Sensasi.

Bacaan Lainnya
Peserta Accounting Fair 2017 nampak serius menjawab soal-soal yang dibacakan oleh dewan juri.

AF merupakan lomba akuntansi tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang telah digelar sejak tahun 1999 atau telah dilaksanakan dalam 20 tahun terakhir.

“Kegiatan ini awalnya bernama Lomba Kerja Akuntansi (LKAK), sejak 2007 berganti nama menjadi Accounting Fair dan terus berkembang hingga kini merambah siswa se-kawasan Indonesia timur,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Nur Abid Syawal, Kamis (14/2/2019).

Suasana lomba akuntansi tingkat mahasiswa pada Pekan Dinamika Akuntansi (Pedati) 2017.

Sementara itu, Pedati adalah lomba karya tulis ilmiah (KTI) yang melibatkan seluruh mahasiswa baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

“Pedati telah kami gelar sejak 2012, di mana saat itu merupakan lomba akuntansi tingkat mahasiswa regional Sulawesi dan tahun ini kami ubah menjadi lomba KTI,” ujar Abid sapaan akrabnya.

Suasana kegiatan Sensasi 2017.

Terakhir, Sensasi merupakan seminar yang membahas dunia akuntansi dan kali ini mengangkat isu “Wajah Asli Dibalik Wajar Tanpa Pengecualian”.

“Pada 2018, tercatat 21 Kepala Daerah yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi padahal mendapat opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan bahkan ada anggota BPK yang tertangkap tangan menerima suap oleh Kepala Daerah demi mendapat opini WTP,” urainya.

Oleh karena itu, panitia pelaksana akan mengundang perwakilan BPK, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan pihak akademisi sebagai pembicara pada seminar yang akan digelar Maret 2019.(*/RP/16)

Pos terkait