INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat mahasiswa se-Indonesia yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima Ak), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Makassar (UNM) secara online resmi diumumkan para juaranya hari ini, Minggu (28/3/2021).
Tim Unimedosifisial dari Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil keluar sebagai juara I (satu) dengan perolehan skor sebanyak 211,2. Disusul tim Abhipraya dari Institute Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali sebagai juara ke-II dengan total skor 194,2.
Sementara, juara ke III berhasil diraih oleh tim Maiwa dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan perolehan skor sebanyak 193,6.
3 tim tersebut unggul atas lawannya dari 15 tim yang berkomtestasi pada Sabtu (27/3/2021), kemarin. Diketahui, 15 tim tersebut adalah hasil seleksi dari 34 tim yang telah abstraknya pada Februari 2021 lalu.
Kemudian, dari 15 tim inilah yang masing-masing mempresentasikannya kepada 3 juri secara online.
Terdapat 2 (dua) aspek penilaian dalam kompetisi ini, yaitu:
1. full paper atau naskah materi yang meliputi; (1) format makalah, (2) kreatifitas gagasan, (3) topik yang dikemukakan, (4) data dan sumber informasi.
Di aspek full paper ini peserta dituntut m menyajikannya dengan baik dengan bobot penilaian sebesar 40%.
2. Presentation atau presentasi, yang meliputi; (1) pemaparan, (2) kreativitas dan (3) diskusi.
Tim dianjurkan mempresentasikan materinya dengan lugas. Bobot penilaian di presentasi ini adalah 60%.
Adapun judul materi yang disajikan oleh tim Unimedosifisial dari UNIMED yakni, “Tepung Keong Mas, disingkat Tegas”.

Selanjutnya, dari tim Abhpraya Institue Teknologi dan Bisnis STIKOM mengangkat judul “Bali_Balijourney.id”.

Sementara, tim Maiwa dari Universitas Hasanuddin mengangkat judul “MBC CBT-Tourism”.

Tim Unimedosifisial dari UNIMED, selain juara di full paper, ia juga juara di best presentation dan penyuguhan poster terbaik. Sehingga, tim tersebut berhasil menyabet 3 jawara sekaligus.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UNM, Thamrin Tahir, menuturkan, bagaimana kompetisi tetap berlanjut di tahun yang akan datang. Sehingga, melahirkan multidimensi dan paradigma baru tentang akuntansi yang mengikuti zaman dan lebih inovatif.
“Memang banyak hal yang kita bisa dapatkan di rusng organisasi. Tentunya, tak lepas daripada berorganisasi yang baik. Saat ini, di era ketidakpastian dan era kecepatan harus menjadi peluang bagaimna menjawab tantangan dan bisa menjadi harapan kita semua,” kata Thamrin, yang juga mantan Ketua Prodi Pendidikan Ekonomi FEB UNM ini. (andi)





