INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pergelaran pesta demokrasi di Indonesia tinggal menghitung bulan, di mana pada moment tersebut seluruh masyarakat akan memilih legislator sekaligus sosok yang akan memimpin bangsa ini.
Menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, segala aspek telah dipersiapkan secara matang terlebih lagi pada sisi pengamanan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (TNI-Polri).
“Pelaksanaan tugas perbantuan pengamanan Pemilu kepada Polri harus menjunjung tinggi sikap netralitas TNI dan Hak Asasi Manusia (HAM), serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra institusi TNI.”
Hal tersebut, disampaikan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, S.Ip., M.Si, saat memimpin evaluasi dan kaji ulang latihan pengamanan Pemilu di Ruang Bina Yudha Markas Kodam (Makodam) XIV/Hasanuddin Makassar, Jum’at (8/2/2019).
Kegiatan tersebut merupakan bagian akhir latihan sebagai masukan untuk penyempurnaan dalam latihan pengamanan yang digelar personil Kodam XIV/Hasanuddin di empat lokasi, yakni Makodam Makassar, Markas Komando Resort Militer (Makorem) 141/Toddopuli Bone, 142/Tatag Mamuju dan 143/Haluoleo Kendari, sejak 28 Januari hingga hari ini.
Di hadapan para Komandan Satuan (Dansat), Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) Kodam, dan peserta latihan yang hadir, Pangdam berharap latihan ini dapat membawa dampak positif.
Karena dengan bekal materi yang telah dilatihkan, para prajurit telah memahami seluruh tahapan pelaksanaan pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden, mulai dari tahap preventif sampai pada tahap tindakan represif bersifat segera.
“Jaga sinergitas dengan seluruh instansi terkait, sehingga pelaksanaan Pemilu dapat terlaksana dengan aman, tertib dan kondusif,” harap Pangdam.(*/RP/16)





