Teguh Esa Bangsawan DJ, Aktor Muda Berbakat Asal Makassar

Teguh Esa Bangsawan DJ (tengah) bersama dua pemeran 'Sunset di Pantai Losari.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pepatah ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, tampaknya tak berlaku bagi keluarga Djusman AR.  Mengapa tidak, kalau selama ini Djusman dikenal sebagai sosok garang dalam menyuarakan anti korupsi , putra sulungnya justru kalem dan memilih profesi lain.

Teguh Esa Bangsawan DJ, namanya. Usianya masih muda. Baru memasuki 20 tahun. Meski terbilang belia namun putra sulung Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi dan Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulsel ini telah membuktikan keseriusannya menekuni dunia yang jauh berbeda dari profesi sang ayah.

Bacaan Lainnya

Teguh, begitu ia disapa di lingkungan keluarganya telah membuktikan keseriusannya di dunia akting. Mahasiswa semester dua jurusan sejarah dan kebudayaan islam, fakultas adab dan humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini membuktikan bakatnya sejak masih berstatus pelajar di SMA Negeri 5 Makassar.

Kakak kandung Nisa Raihanah DJ (10 tahun) ini menjadi satu dari sedikit remaja yang lulus casting film layar lebar berjudul ‘’Sunset di Pantai Losari’’  garapan sutradara Aca Hasanuddin MT. Teguh menyisihkan hampir 800 peserta pada September 2017 silam.

Teguh nampaknya total menekuni dunia peran. Keseriusannya berakting juga ia tunjukan di atas panggung teater. Pekan lalu, misalnya. Bakatnya itu ia tunjukan dalam sebuah pementasan oleh Komunitas Seni Adab (KISSA) UIN Makassar pada Jumat (26/4/2019). Pementasan itu disaksikan ratusan mahasiswa pencinta seni lintas kampus se Sulsel di aula SMA Negeri  10 Makasaar.

Sang ayah Djusman AR yang hadir semalam suntuk ikut kagum menyaksikan putranya memamerkan bakat seni perannya itu. Ia semakin bangga karena pagelaran itu mendapat aplous luar biasa dari ratusan penonton.

Bagi Teguh bermain di film ‘Sunset di Pantai Losari’ menjadi modal baginya untuk terus menekuni dunia akting. Di film ini ia banyak mendapat pelajaran dari senior-seniornya.

“Alhamdulillah, keinginan saya bermain film layar lebar terkabul. Itu impian saya yang sudah lama saya impikan dan akhirnya terwujud,” ujar aktor muda yang mengidolakan Dedy Miswar dan Rano Karno, ini.

Di film yang tayang pada Mei 2018 lalu itu lelaki kelahiran Makassar, 3 Oktober 1999, itu berperan sebagai Romy, adik Ros yang diperankan Putri Indonesia 2016 Yulinar Arief. Dalam film itu Romy adalah sosok anak orang kaya yang religius.

Film Sunset di Pantai Losari, mengangkat kisah cinta dan budaya Bugis Makassar.  Cerita cukup unik. Selain Teguh yang menjadi aktor pendatang baru, dalam film ini ia melakoni peran bersama para artis pendatang baru lainnya. Diantaranya Jeihan Kler, Arlitha, Yulinar Arief, Ical Da3, Vira Kdi,  Hj. Munasiah dan Syahriar Tato.

Bagi Teguh, sukses di film pertamanya tidak membuatnya berpuas diri. ‘’Itu baru awal. Saya masih harus terus belajar dan belajar lagi dengan senior-senior yang sudah banyak merasakan pahit manisnya dunia peran,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Teguh, jagad hiburan dalam negeri semakin banyak memunculkan muka-muka baru di industri hiburan. Teguh mengaku akan trerus mengasah bakat terpendam yang dimilikinya.

Meski begitu ia tak ingin pendidikannya terbengkalai hanya untuk mengejar obsesinya. ‘’Pendidikan harus jalan. Dunia peran juga tetap menjadi prioritas. Kalau bisa berjalan seiring,” katanya.

Bagi Teguh, sukses di dunia peran tak akan ada artinya jika tak dibarengi dengan pendidikan. Begitu juga dengan bekal pengalaman berorganisasi. Sejak duduk di bangku SMP ia sudah aktif berorganisasi. Kebiasaan itu terbawa hingga ia menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

‘’Selain aktif di teater saya juga aktif berbagai organisasi di kampus. Salah satunya aktif di HMI. Waktu masih di SMP dan  SMA saya juga aktif di OSIS dan PMI,’ aku Teguh.

Semangat untuk terus berkarya, menempuh ilmu di luar jalur formal mendapat dukungan dari kedua orang tuanya. Di mata Djusman, pendidikan bagi anak-anaknya sesuatu hal yang wajib.

‘’Saya selalu tekankan kepada anak-anak saya, kejarlah ilmu dan cita-citamu setinggi langit. Tak pernah saya paksakan anak saya untuk mengikuti apa keinginan saya. Tetapi apa pun itu, sebagai orang tua tetap akan saya kontrol. Sepanjang itu positif, silahkan jalan,” tegas Djusman.

Menurutnya salah satu konflik yang terjadi antara orang tua dan anak apa bila orang tua memaksakan kehendaknya.

 

Penulis :Asri Syahril

 

Pos terkait