Hari Anti Narkotika, Polisi Musnahkan Ratusan Ribu Butir Obat Terlarang Senilai Miliaran Rupiah

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sebanyak 10 colly barang haram yang berisi 320.000 butir, 46 sachet, dan 1 ball berisi sabu dihadirkan saat press release Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dan Obat Berbahaya di depan Mapolres Pelabuhan Makassar, Jl. W. Supratman Makassar, Kamis (27/6/2019) pukul 09.00 Wita.

Pemusnahan barang bukti narkoba tersebut dipimpin langsung Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan didampingi Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar yang dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Makassar, Perwakilan dari Kejaksaan, BNNP Sulsel, Kepala BPOM Makassar, Kepala Laboratorium Forensik, Dirut Pelindo IV, Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar, Kepala Bea Cukai Makassar, Danramil, Camat serta Tokoh Masyarakat yang berada wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatannya, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Aris Bachtiar mengharapkan para stake holder berperan aktif dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya dengan begitu dapat memungkinkan terjadinya penyalahgunaan narkoba sehingga tidak hanya melimpahkan kepada pihak penegak hukum saja.

“Barang bukti yang dimusnakan pada hari ini adalah narkotika dan obat-obatan berbahaya yang ditemukan di berbagai tempat dengan menggunakan jasa pengiriman,” beber Kapolres.

Ditempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar, AKP Ilham Fitriadi mengungkapkan rincian obat-obatan terlarang yang berhasil diamankan oleh pihaknya.

“10 Colly yang berisi 320.000 butir pil berkode Y (THD) Trihexyphenidyl dengan nilai ekonomis barang bukti 1 miliar rupiah, yang ditemukan Jl. Galangan Kapal, tepatnya di depan Pasar Panampu oleh anggota reskrim Polsek kawasan Soekarno-hatta Makassar,” jelas kasat.

Lebih lanjut, Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan menambahkan, penindakan kepada penyalahgunaan narkoba mudah dilakukan seperti menjembloskan tersangka narkoba ke dalam rumah tahanan, namun perlu dipikirkan dampaknya bagi generasi muda.

“Maraknya Obat Daftar G yang masuk ke wilayah hukum Polda Sulsel, pelabuhan sebagai salah satu jalur masuknya narkoba telah ditutup oleh pihak kepolisian, namun berbagai cara dan modus selalu dilakukan oleh para tersangka tindak pidana narkoba. Jadi, diperlukan kontribusi dari kita semua untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut,” tegasnya. (*RP)

Pos terkait